Minggu, 18 Januari 2026

ALKITAB FIRMAN ALLAH

Umat Kristen meyakini bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Keyakinan ini bukan sekadar tradisi, melainkan didasarkan pada kesaksian Alkitab itu sendiri tentang asal-usulnya.

Berikut adalah beberapa ayat kunci yang menjelaskan mengapa Alkitab disebut sebagai Firman Allah:

1. Alkitab adalah "Napas" Allah

Ayat yang paling mendasar mengenai otoritas Alkitab adalah 2 Timotius 3:16. Dalam bahasa asli (Yunani), kata "diilhamkan" menggunakan kata theopneustos yang secara harfiah berarti "napas Allah".

"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." (2 Timotius 3:16)

Ini berarti bahwa meskipun ditulis oleh manusia, sumber ide dan pesannya berasal langsung dari Allah sendiri.

2. Digerakkan oleh Roh Kudus

Alkitab menjelaskan bahwa para penulisnya tidak menulis berdasarkan kemauan atau imajinasi mereka sendiri, melainkan di bawah bimbingan Tuhan.

"Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." (2 Petrus 1:21)

3. Firman Allah itu Hidup dan Benar

Alkitab tidak hanya dianggap sebagai buku sejarah atau aturan, tetapi sesuatu yang memiliki "kuasa" untuk mengubah hidup manusia.

  • Ibrani 4:12: "Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh... ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita."

  • Yohanes 17:17: "Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran."

4. Firman yang Kekal

Berbeda dengan karya manusia yang bisa lekang oleh waktu, Alkitab mengklaim diri sebagai pesan yang abadi.

"Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya." (Yesaya 40:8)


Mengapa ini penting?

Karena Alkitab dianggap sebagai Firman Allah, bagi umat Kristiani Alkitab berfungsi sebagai:

  1. Pedoman hidup (Mazmur 119:105: "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku").

  2. Sumber mengenal Yesus Kristus, yang juga disebut sebagai "Firman yang telah menjadi manusia" (Yohanes 1:1, 14).

Tidak ada komentar: