Dalam film Superman III (1983), sebenarnya tidak ada "Superman palsu" dalam artian penipu atau orang lain yang menyamar. Sosok yang kamu lihat berbuat jahat itu adalah Superman yang asli, namun kepribadiannya berubah menjadi jahat dan egois.
Berikut adalah penjelasan mengenai apa yang terjadi pada Superman saat itu:
1. Penyebab Perubahan: Kryptonite Sintetis
Superman berubah menjadi jahat setelah terpapar Kryptonite sintetis yang dibuat oleh Gus Gorman (diperankan Richard Pryor). Karena salah satu unsur kimia penyusunnya diganti dengan tar (karena unsur aslinya tidak diketahui), Kryptonite ini tidak membunuh Superman, melainkan merusak moral dan kepribadiannya.
2. Di mana Superman "yang Baik"?
Selama Superman "jahat" beraksi (seperti meluruskan Menara Pisa atau memadamkan api Olimpiade), sisi baiknya atau hati nuraninya tertekan di dalam dirinya sendiri.
Puncaknya terjadi dalam adegan ikonik di tempat pembuangan barang rongsokan (junkyard):
* Perpecahan Kepribadian: Secara visual, Superman mengalami konflik batin yang sangat hebat hingga tubuhnya seolah-olah membelah menjadi dua entitas fisik: Evil Superman (yang memakai kostum kusam dan gelap) dan Clark Kent (yang mewakili sisi kemanusiaan dan kebaikan Superman).
* Pertarungan Simbolis: Clark Kent harus bertarung melawan sisi jahatnya sendiri. Dalam pertarungan ini, Clark Kent (sisi baik) awalnya terlihat lemah namun akhirnya berhasil mengalahkan sisi jahatnya.
* Penyatuan Kembali: Setelah Clark Kent mencekik sisi jahatnya hingga menghilang, ia membuka bajunya untuk memperlihatkan lambang "S" yang terang kembali, menandakan bahwa Superman yang asli telah kembali pulih sepenuhnya.
Kesimpulannya: Superman yang "palsu/jahat" dan Superman yang "asli/baik" berada dalam satu tubuh yang sama yang sedang mengalami konflik identitas akibat radiasi Kryptonite rusak. Sisi baiknya baru "muncul" secara fisik saat adegan pertarungan di tempat rongsokan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar