Sabtu, 21 Agustus 2021

Catatan Hidangan bekas oleh pengarang untuk pembacanya yang menyelundup di benakku pagi ini setelah semalam mengisi materi pelatihan menulis cerpen di WAG setelah kepergian sastrawan besar dari Surabaya

Catatan Hidangan bekas oleh pengarang untuk pembacanya yang menyelundup di benakku pagi ini setelah semalam mengisi materi pelatihan menulis cerpen di WAG setelah kepergian sastrawan besar dari Surabaya

 

Oleh: Bekas penulis buku harian waktu SD yang setiap halaman tulisannya dilengkapi dengan ilustrasi gambar gambar sendiri bukan gambar orang lain

 

Bila sastrawan yang itu mengatakan adalah bekas bila menyiarkan karyanya sebelumnya di media sosial baru mempersembahkan kepada pembaca dan pelatihan itu terasa membongkar ingatan tentangnya saat membahas  buku kumpulan cerpenku tetaplah menulis saja dan beraktivitas sastra apa pun karena kalau tidak begitu kesastraanmu akan mati seperti yang dikatakan oleh sastrawan besar yang baru berpulang kemarin.

Sebutan hidangan basi adalah karena latar belakangnya yang sudah menulis pada masa sebelum zaman digital saiber di mana proses menulis merupakan ruang privat oleh karena alatnya tidak terkoneksi teknologi dengan orang padahal zaman sudah berubah saat ini di mana ruang proses kreatif ada di mana-mana dan terkoneksi dengan orang lain bahkan menjadi pemicu adrenalin kepenulisan dan ini modal kuar untuk berproses kreatif seperti yang kualami sejak zaman milis sampai malam tadi melatih beberapa anggota grup dari seluruh Indonesia dan menjadi jalan bagus untuk melangkah seperti yang dikatakan sastrawan yang banyak dipuja orang itu.

Zaman sekarang memang sulit memisahkan privasi atau tidak bahkan begitu banyak orang yang menyiarkan kehidupannya hampir 24 jam bahkan itu menjadi sumber mata pencaharian bahkan dia dapat menghidupi orang banyak karena itu sehingga paradigma demi paradigma sudah berubah jadi mengapa harus mengekang kreativitas hanya oleh karena ambigu menyikapi pendapat demi pendapat hanya untuk sebuah kenyamanan hati yang sementara.

 

Bojonegoro, 22 Agustus 2021

Tidak ada komentar:

Terbaru