Selasa, 03 November 2020

LOMBA | Anak Perlu Dibiasakan Budaya Bahasa Jawa

 https://radarbojonegoro.jawapos.com/read/2020/11/03/222626/anak-perlu-dibiasakan-budaya-bahasa-jawa

Anak Perlu Dibiasakan Budaya Bahasa Jawa

03 NOVEMBER 2020, 19: 00: 59 WIB | EDITOR : NAILUL IMTIHANY

Anak Perlu Dibiasakan Budaya Bahasa Jawa

(ISTIMEWA/RDR.BJN)

Share this         

Radar Bojonegoro - Pelestarian bahasa Jawa patut menjadi perhatian. Mengingat banyak anak-anak masa kini gagap ketika berkomunikasi menggunakan bahasa daerah tersebut. Sehingga pengenalan dan pembiasaan pada anak-anak hingga pemuda patut digalakkan.

Yonathan Rahardjo, salah satu pegiat sastra dan budaya mengatakan, banyaknya komunitas pemuda perlu menjadi wadah melestarikan bahasa Jawa. Sebab, mereka menjadi generasi penerus akan menjadi influencer bagi orang seusia bahkan di bawahnya.

‘’Sangat perlu (andil komunitas pemuda). Bahkan diharapkan komunitas pemuda berada di garis depan,” katanya kemarin (2/10). Menurut dia, kalangan siswa dapat menjadi sasaran kegiatan pelestarian bahasa Jawa. Bukan hanya melalui pelajaran, namun juga kegiatan berbasis praktik. Sehingga, mereka bisa menerapkan secara langsung karena bahasa sifatnya yakni pembiasaan.

‘’Banyak sekali (bentuk kegiatan pelestarian bahasa Jawa). Baik yang berupa lomba maupun pelatihan dan pembiasaan penggu naan,” tutur dia. Menurut dia, kegiatan efektif sebagai bentuk melestarikan bahasa Jawa meliputi gurit, cerita cekak (cerkak), macapat, tembang dolanan, sesorah (pidato), pranata acara (MC), novel, aksara jawa, teater, ludruk, kethoprak, sandur, wayang, campursari, dan karawitan.

‘’Selain sasarannya peserta, juga semua kalangan sebagai pemirsa, penikmat, penonton, pendengar, pemerhati, hingga pemeduli,” ujarnya. Sementara itu, Sabtu (31/10) lalu, berlangsung salah satu kegiatan pelestarian bahasa Jawa menyasar siswa SD dan MI. Yakni kegiatan lomba membaca geguritan.

Harapannya kegiatan ini menjadi embrio agar bahasa Jawa tidak terkikis zaman. ‘’Kegiatan ini menjadi sarana mengenalkan keluhuran budaya Jawa sejak dini. Semoga lahir kepedulian semua pihak akan kelestarian bahasa Jawa,” kata ketua panitia lomba Emi Sudarwati. 

(bj/rij/dny/nae/JPR)

Tidak ada komentar:

Terbaru