Jumat, 30 Oktober 2020

WAWANCARA | Tebak-Tebakan Dialek Bojonegaran, Sejak Kapan Mulai Muncul?

 https://radarbojonegoro.jawapos.com/read/2020/10/30/221944/tebak-tebakan-dialek-bojonegaran-sejak-kapan-mulai-muncul?utm_source=dable

Tebak-Tebakan Dialek Bojonegaran, Sejak Kapan Mulai Muncul?

Diperkirakan Lahir Pasca Perang Diponegoro

30 Oktober 2020, 10: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Sejak kapan dialek Bojonegaran muncul? Tidak ada yang tahu pasti. Namun, ada yang beranggapan sejak pasca Perang Diponegoro atau sejak masyarakat Samin. Namun, pastinya dialek Bojonegaran ini unik dan nyentrik. Dialeknya kultur bahasa Jawa.

Arif tertawa hingga terpingkal ketika mengucapkan ragam dialek Bojonegaran. Ia main tebak-tebakan sama Yusuf terkait ragam kata-kata dialek Bojonegaran. Dia baru menyadari jika dialek Bojonegaran ini ternyata banyak dan punya khas.

Bahasa lahir seiring berjalannya kehidupan masyarakat di suatu daerah. Begitu pula terjadi pada subdialek Bojonegaran. Yonathan Rahardjo, salah satu pegiat sastra Bojonegoro memperikirakan subdialek Bojonegaran lahir pasca Perang Diponegoro sekitar 1830. Yakni kekalahan Pangeran Diponegoro yang ditandai penangkapannya oleh Belanda di Magelang.

‘’Laskarnya (Pangeran Diponegoro) tercerai berai dan harus menyelamatkan diri,” katanya. Menurut dia, pasukan Laskar Diponegoro banyak yang masuk pedalaman hutan untuk menyelamatkan diri. Termasuk menuju ke pedalaman di Bojonegoro. Mereka menyamar sebagai orang-orang desa dan melanjutkan hidup.

‘’Dan untuk membedakan dialeknya dengan dialek bahasa Jawa Mataraman, mereka membuat bahasa desa (baru) kemudian menjadi ciri khas dialek Bojonegaran,” ujar dia.

Menurut Yontahan, hal tersebut cukup relevan. Karena pengguna bahasa Bojonegaran sebetulnya relatif di daerah pedalaman Bojonegoro. Sedangkan, umumnya masyarakat dalam kota menggunakan bahasa Jawa dialek Mataraman.

Meski begitu, dia tak memungkiri jika belum ada literatur menyebutkan pernyataannya itu. Sehingga hanya sebatas penalaran logis saat berdiskusi antarseniman. Tentang adanya sisa-sisa laskar Pangeran Diponegoro yang menyamar di desa-desa.

‘’Kaidah kebenaran sejarah adalah pilihan tafsir versi. Sehingga sejarah apa pun pasti ada versi-versi,” jelasnya. Sementara itu, Herry A.G, pegiat sastra jawa dan budayawan Bojonegoro menambahkan kurang mengetahui tentang asal-usul lahirnya dialek Bojonegaran.

Namun ia cukup sependapat dengan ulasan Yonathan Rahardjo. ‘’Bisa jadi seperti itu. Karena masyarakat Bojonegoro terbilang loyal mendukung Pangeran Diponegoro. Termasuk melalui Raden Tumenggung Aria Sosrodilogo,” ujar pria tinggal di Kecamatan Baureno itu.

Menurut dia, cukup logis jika adanya laskar Diponegoro ditambah banyaknya masyarakat mendukung Pangeran Diponegoro turut melakukan penggeseran bahasa. Agar identitasnya sebagai rakyat Pangeran Diponegoro tidak tercium oleh Belanda.

‘’Itu dimungkinkan jadi benang merahnya. Masih logis,” ujar dia. Sementara ada perkiraan lain kaitannya asal muasal subdialek Bojonegaran. Menurut JFX Hoery, pegiat sastra, budaya, dan sejarah Bojonegoro, subdialek ini dimungkinkan telah ada sejak masyarakat Samin.

Sebab, sebagian kosa kata Bojonegaran mendapat pengaruh dari masyarakat itu. ‘’Karena bahasa Bojonegaran lahir dari tiga bahasa. Yakni bahasa Jawa Mataraman, Pesisiran (Surabaya dan sekitarnya) dan masyarakat Samin,” ujar pria tinggal di Kecamatan Padangan itu.

(bj/rij/dny/nae/JPR)         

Tidak ada komentar:

Terbaru