Sabtu, 01 September 2018

Dengar Bisik Kecilku

Bisik-bisik memang sangat asyik. Mengasyikkan. Bandingkan dengan lagu Rayuan Pulau Kelapa yang mengungkap nyiur melambai berbisik-bisik. Bandingkan dengan film Pasir Berbisik. Bandingkan dengan lagu Bisik-Bisik Tetangga. "Rayuan Pulau Kelapa" adalah lagu Indonesia yang ditulis oleh Ismail Marzuki (1914-1958). Lirik lagu ini berisi tentang keindahan alam Indonesia, seperti flora, kepulauan, dan pantainya. Syairnya di antaranya "...Melambai Lambai/Nyiur Di Pantai/Berbisik Bisik Raja Kelana/Memuja Pulau/Nan Indah Permai/Tanah Airku/Indonesia...." "Bisik-Bisik Tetangga" adalah lagu yang dinyanyikan biduanita Elvy Sukaesih (1980). Syairnya di antaranya "...Bisik-bisik tetangga kini mulai terdengar selalu di telinga/ Hingga menusuk di hatiku...." "Pasir Berbisik" adalah sebuah film Indonesia tahun 2001 yang disutradarai Nan Achnas dengan bintang Dian Satrowardoyo dan Christine Hakim. Bercerita tentang gadis desa bernama Daya di perkampungan miskin bersama ibunya yang lama ditinggal suaminya sejak Daya masih kecil. Pasir Berbisik adalah sebutan lautan pasir yang terkenal di Bromo Pengunungan Tengger. Pada salah satu adegan, Daya suka menempelkan telinganya ke pasir untuk mendengarkan “bisikan”. "Dengar Bisik Kecilku" adalah judul buku kumpulan puisi yang diambil dari judul puisi "Dengar Bisik Kecilku" karya Ari Idawati. Pada bait pertama puisi ini tertulis "Aku berbisik pada takdirku/Aku berharap akan lebih indah/Wahai takdirku jalan hidupku/Aku tak tahu episode selanjutnya..." Keempat karya yang dibahas di atas sama-sama merupakan karya seni dari berbagai genre: lagu, lirik lagu, film, puisi. Mempunyai satu tema terkait "Bisik". Kata bisik/bi·sik/ merupakan kata benda yang berarti suara desis perlahan-lahan. Mendapat prefiks ber- menjadi berbisik berarti menjadi kata kerja yang berarti erkata dengan suara perlahan-lahan (seakan hanya mendesis dan tidak nyaring). Atau, berbuat dengan diam-diam (sehingga tidak kedengaran atau ketahuan oleh orang lain). Banyak kesamaan yang diperoleh sebagai hikmah dari pembacaan buku puisi ini dengan pembanding tiga karya terdahulu. Pesan yang ingin disampaikan dapat berupa tentang internal diri pengucap puisi, dan sisi eksternal tentang segala sesuatu di luarnya termasuk tentang lingkungan alam. Bukankah ini bentuk pemberdayaan manusia seutuhnya dengan media puisi? Berbisik memang sudah "berkata kecil/pelan", dengan tambahan kata kecil menjadi Berbisik Kecil ("Dengar Bisik Kecilku"), puisi-puisi dalam buku ini memang menegaskan pentingnya pesan disampaikan dengan puisi. 

Tidak ada komentar: