Selasa, 28 Agustus 2018

DENGAN “INCAMAT SISTER” LEBIH PAHAM TEKS HASIL OBSERVASI

Kemenangan atlet tertua kontingen Indonesia merebut medali perunggu cabang olahraga bridge Asian Games 2018 tak bisa dilepaskan pada wujud, jumlah, aturan main kartu remi yang dipakai sebagai kartu bridge dalam tandingnya. Secara sejarah, kartu bridge adalah produk budaya Eropa dengan berbagai perlambangan yang sarat makna filosofi. Empat bentuk daun berbeda dalam kartu remi melambangkan empat musim berbeda yang terdapat di Benua Eropa. Dua warna berbeda (merah dan hitam) melambangkan siang dan malam. Empat raja dalam kartu remi adalah lambang empat raja besar di dunia dalam segala masa menurut budaya Eropa, yaitu Raja Daud (Nabi Daud), Raja Salomo (Nabi Sulaiman), Aleksander Agung, dan Julius Kaisar. Permainan kartu remi/bridge yang asalnya budaya Eropa dan telah mendunia dimainkan segala lapisan masyarakat bahkan tanding resmi seperti Asian Games dan Olimpiade menunjukkan bahwa budaya bersifat netral. Diadopsi dan diadaptasi dalam berbagai permainan bahkan sebagai media pembelajaran menunjukkan nilai-nilai kebaikan dalam kandungannya bersifat universal dan dapat diterapkan secara lokal bahkan sektoral termasuk pendidikan. Mengadopsi berbagai jenis permainan sebagai metode pembelajaran merupakan langkah kreatif yang perlu diapresiasi sepanjang fokusnya tidak terlena dengan asyiknya permainan. Karena, unsur pembelajaran bukan cuma metode. Terutama, soal materi jangan dilupakan, bahkan penguasaan materi inilah yang dituju dan dinilai dalam evaluasi peningkatan kemampuan/penguasaan materi pada diri siswa. Dengan semangat itu kita sambut dengan suka cita kreativitas lahirnya buku ini, di mana permainan kartu remi telah dimodifikasi cara permainannya untuk membantu pembelajaran sehingga daya serap siswa terhadap materi pelajaran menjadi lebih cepat dan efektif.

Tidak ada komentar: