Kedaulatan Pangan: LUKISAN MAKANAN


LUKISAN MAKANAN

Oleh: Maulana Achmad

.: disampaikan pada bedah buku kumpulan puisi Kedaulatan Pangan karya Yonathan Rahardjo

Bi Gayah Sambalnya Mmm...m


Judul Buku: Bi Gayah Sambalnya Mmm...m
Pengarang: Rahmat Ali
Jenis: Kumpulan Cerpen dan Puisi

Guru Pelopor Perubahan



Jejak Gerak Guru Inspiratif


Bermula dari Lomba Inovasi Pembelajaran (INOBEL) Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2015 diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lomba INOBEL diadakan pemerintah setiap tahun. Logis pengalaman PARA FINALIS bermanfaat bila dibagikan. Umumnya bagi dunia pendidikan Indonesia; dan khususnya bagi sesama guru terutama yang berminat mengikuti lomba yang sama di tahun-tahun mendatang. Pilihan para penulis adalah membagikan materi karya ilmiah penulis. Dari sini tampak bagaimana para finalis melalui jalan panjang guna memberikan sumbangsih bagi dunia pendidikan Indonesia. Kreativitas mereka dalam mencari metode dan alat pengajaran untuk mencerdaskan dan memintarkan para peserta didik dengan materi sesuai kurikulum sungguh mengharukan dan patut dipuji. Mereka semua berasal dari berbagai daerah di seluruh Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Suatu latar yang sangat beragam dan menjadikannya begitu menarik untuk dicermati dalam buku yang harapannya berguna bagi kita semua. Kiranya langkah ini bermanfaat bagi kita semua. Selamat membaca. Salam Pendidikan Indonesiaku. 

Judul Buku: Jejak Gerak GURU INSPIRATIF

Penulis: Finalis Inobel 2015
Budi Sudaryatmo
Emi Sudarwati
Evi Nurtiana
Fitri Gurnitasari
Ida Nuridaliya
Kasmal
Lisa Zulfianti
Mistina Hidayati
Muhaimin
Nyi Euis Nurhayati
Sri Handayani Rahayuningsih
Umi Rosidah
Wiji Lestari
Wulan Dwi Aryani
Yadi Supriadi
Yayat Suryatna
Yosie Kristin Pandriyani

ISBN: 978-602-72830-3-9

Inobel Guru Pelopor Perubahan


Setelah buku GURU PELOPOR PERUBAHAN: 20 NASKAH INOBEL TERBAIK PIPP (PENDIDIK INDONESIA PELOPOR PERUBAHAN) terbit pada akhir 2017, maka awal 2018 ini PPIP kembali melahirkan buku sebagai hasil pelatihan Inobel hasil buku pertama. Buku kedua ini diberi judul: INOBEL GURU PELOPOR PERUBAHAN: 20 Naskah Inobel Terbaik Musim-2 PIPP (Pendidik Indonesia Pelopor Perubahan). Pada buku pertama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor H. TB. A. Luthfie Syam, M. Si. menyatakan sangat mengapresiasi tinggi semangat dan kebersamaan guru-guru pelopor perubahan dalam perjuangan melahirkan buku INOBEL ini. Sekaligus Saya merasa bangga akan kiprah dan peran aktifnya untuk bersama-sama memajukan pendidikan di lingkungan dinas pendidikan kabupaten Bogor. Saat itu Finalis Inobel Nasional 2015/2016/2017 Yayat Suryatna berharap semoga buku kumpulan karya inovasi ini memberi manfaat yang lebih besar, memotivasi berbagai pihak untuk selalu melakukan yang terbaik untuk dunia pendidikan dan masa depan bangsa. Guru penulis, motivator dan guru Juara Nasional. H. Bahar Sungkowo, S.Pd., M.Pd. menyatakan “Jadikan buku ini sebagai re-ferensi dalam menulis”. Banggakan kepada seluruh peserta didik bahwa guru-guru Indonesia di bawah PIPP adalah guru-guru yang cinta literasi dan bangga akan program Literasi Indonesia. Dan inilah hasil dari pelatihan menulis inobel itu. Juga terpilih 20 karya terbaik untuk musim ke-2. Selamat membaca dan terus berkarya.

Judul Buku: INOBEL GURU PELOPOR PERUBAHAN 20 Naskah Inobel Terbaik Musim-2 PIPP (Pendidik Indonesia Pelopor Perubahan) 

Penulis: 2o Guru PIPP Irma Kartikasari - Venny Yekti Handayani Rismawati - Siti Patimatuzuhro Engkos Kosasih - Yanie Muriani Arni Sumarsih - Nova Rahayuningsih Siti Masruroh - Ayan Suryana Sri Fatmawari - Ema Hermawati Mega Lestari - Widy Kurniawan Wulandari - Tita Agustini Nani Wahyuningsih - Titin Agustini Nurhida Sri Widianingsih E

ISBN: 978-602-51244-0-2

Guru Pelopor Perubahan Cetakan-2


My Hijrah My Adventure


Kinanthi


Novel yang mengisahkan tentang perjalanan hidup Kinanthi. Sejak lahir sampai dewasa. Kinanthi lahir di hari pasaran Jawa yang menurut neneknya kurang baik. Dia akan membawa sial bagi keluarganya. Kinanthi akan dibuang ke sungai oleh ayahnya. Tapi sampai di sungai, dia tidak tega. Lalu menitipkan anaknya pada orang tuanya. Tapi beberapa waktu kemudian nenek dan kakek dari ayah Kinanthi meninggal karena sakit. Ayah Kinanthi membawa pulang Kinanthi karena tidak tega anaknya hidup sendiri. Semakin menambah keyakinan bahwa Kinanthi memang anak pembawa sial. Tak lama kemudian ayahnya pun meninggal karena sakit liver. Kinanthi ikut orang lain. Ternyata ayah angkatnya juga meninggal. Karena kecelakaan saat meminjam konde untuk Kartinian. Kinanthi akhirnya percaya. Bahwa dia memang pembawa sial. Kinanthi kecil mendengar pembicaraan nenek dan kakek dari pihak ibunya. Lalu dia pergi dari rumah. Tapi setelah dewasa dan menjadi guru Kinanthi mulai melihat keberuntungannya. Sampai dia dapat penghargaan dari Balai Bahasa Jawa Timur sebagai guru kreatif dan inovatif. Dia juga menjadi juara 1 Lomba inovasi pembelajaran nasional. Dan sampai mendapat penghargaan bisa terbang ke Belanda.  

Judul Buku: Kinanthi: Novel 

Pengarang: EMI SUDARWATI 

ISBN: 978-602-72830-4-6

Sejarah Sastra dan Literasi Bojonegoro

Kegelisahan terbesar sastra Bojonegoro adalah sastra Bojonegaran yang memberi tawaran baru segala aspek bentuk dan tema Bojonegaran. Mungkin sastra Jawa Bojonegaran sudah diwakili capaiannya oleh pengarang- pengarang sastra Jawa Bojonegoro. Tapi yang sastra Indonesia Bojonegaran? Munculnya banyak penulis menggembirakan. Kelompok besar penulis Bojonegoro merupakan salah satu tempat untuk bersama memikirkan pertanyaan berkonteks sastra Indonesia Bojonegaran (selain banyak manfaat lain terkait kepenulisan). Semoga ada yang menangkap kegelisahan ini dan langsung mewakili kita menghasilkan karya berkepribadian kuat spirit tanah kampung halaman kita ini.
Dengan pemahaman atas peta yang demikian gamblang tentang sastra dan literasi Bojonegoro, menyusun sejarah sastra Bojonegoro jelas tidak dapat disamakan metodenya dengan sejarah sastra Indonesia di tangan HB Jassin. Sejarah sastra Bojonegoro -khususnya sastra Indonesia Bojonegaran- adalah sejarah yang masih bergulat untuk mencari karya-karya sastra utama dalam dominasi karya-karya sastra literasi (literasi sastra), seraya sekaligus terus mendorong munculnya karya-karya baru yang mendaki untuk mencapai bentuk dan tema terbaiknya. Benar, ini wilayah estetika, dan rentan kritik tujuan/manfaat sastra tidak sesempit itu. Perlu diingat bila karya mencapai bentuk dan tema terbaiknya, sesungguhnya di situlah letak refleksi dari kebutuhan dan permasalahan manusia sendiri. Di sini termasuk pula permasalahan sosial yang lebih dianggap relevan untuk dibantu pemecahan masalahnya dengan seni/sastra, terutama bila jurnalistik bungkam.

Judul Buku: Sejarah Sastra dan Literasi Bojonegoro

Penulis: Yonathan Rahardjo

ISBN: 78-602-51244-3-3

Inobel


Bermula dari Lomba Inovasi Pembelajaran (INOBEL) Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2016 diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Temanya: “Inovasi Pembelajaran sebagai Upaya Mewujudkan Indonesia Pintar, Terampil, dan Berkarakter.” Ada tiga bidang inovasi pembelajaran yang dilombakan yaitu dengan kode MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), IPSB (Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa, PPKn dan Muatan Lokal), SORAK (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Seni Budaya, Prakarya, Pendidikan Agama, dan Bimbingan Konseling). Penulis mengikuti lomba INOBEL kategori SORAK (singkatan dari Seni, Olah Raga, Agama, Bimbingan Konseling). Karya ilmiah yang diikutsertakan penulis dalam lomba ini berjudul “Peningkatan Hasil Belajar Menulis Cerkak Dengan Foto SMSHP (Selfie Media Sosial dan Hubungan Pertemanan)”. Rangkaian panjang penilaian lomba ini pun dilalui sejak publikasi lomba April-Mei 2016. Dimulai dari Tahap I pengiriman dokumen materi lomba Mei-Juli 2016. Tahap II penilaian esensi karya INOBEL oleh dewan juri. Tahap III penilaian tampilan karya untuk menentukan 10 finalis. Tahap IV presentasi karya di forum terbuka dinilai juri. Terhitung juri telah menyeleksi sekitar 1200 karya peserta lebih karya peserta lomba INOBEL guru SMP. Sejumlah 240 peserta dengan karya terbaik mengikuti workshop. Di sini penulis masuk di dalamnya dan ikut workshop perlombaan angkatan I di Bogor 10-14 Oktober 2016. Dari 240 karya terbaik peserta dipilih 89 karya terbaik untuk masuk Tahap III dan IV Final di Jakarta 7-11 November 2016. Alhasil penulis meraih Juara I Lomba Inovasi Pembelajaran Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2016, Kategori SORAK atau disebut juga kategori SORAM (Seni, Olah Raga, Agama dan Muatan Lokal). Lomba INOBEL diadakan pemerintah setiap tahun. Logis pengalaman penulis bermanfaat bila dibagikan. Umumnya bagi dunia pendidikan Indonesia; dan khususnya bagi sesama guru terutama yang berminat mengikuti lomba yang sama di tahun-tahun mendatang. Pilihan penulis adalah membagikan materi karya ilmiah penulis. Disiarkan penulis dalam buku ini pada Bagian I “INOVASI PEMBELAJARAN INDONESIA, SEBUAH INOVASI GURU”. Para juara Lomba Inobel 2016 dianugerahi penghargaan. Termasuk penulis. Salah satu penghargaan itu adalah Program pemberian penghargaan kepada guru berprestasi pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mengikuti short course ke Belanda pada 5–16 Desember 2016. Sejumlah 11 orang menjadi tim guru berprestasi dalam program ini. Yaitu para Juara I dan Juara II INOBEL (bidang MIPA, IPSB, SORAK), juga Juara I OGN (Olimpiade Guru Nasional) IPA, IPS, Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia. Didampingi 3 orang dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan termasuk Prof. Dr. Wardiman Djoyonegoro, total rombongan 14 orang. Tempat yang dikunjungi adalah Windesheim University, ICLON Leiden University, KBRI Indonesia di Den Haag, Sekolah-sekolah primary dan secondary education (Van Der Capellen Zwolle, OBS De Krullevar Zwolle, Rijnlands Lyceum Sassenheim, dan Wolfert Tweetalig Rotterdam). Maksud pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memperoleh berbagai gagasan baru yang dapat dijadikan rujukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Khususnya dalam pengelolaan kinerja dan pelatihan guru serta peningkatan kompetensi guru dalam penyelenggaraan pembelajaran. Bagian II buku ini berisi jurnal kegiatan selama di Belanda. Bagian ini bersumber dari LAPORAN KEGIATAN SHORTCOURSE GURU SMP BERPRESTASI TAHUN 2016 KE BELANDA oleh Tim guru berprestasi yang dikirim ke Belanda ini. Anggota tim ini adalah Dra. Sosiati Gunawan, M.A., Dra. Nani Dahniarni, Drs. F.A. Suprapto Mukti Wibowo, M.Pd., Ai Tin Sumartini, M.Pd., Emi Sudarwati, S.Pd. (penulis buku ini), Imam Muttaqin, M.Pd., Suparno, S.Pd., Nia Kania Dewi, S.Pd., M.M., Iis Nur'aeni, M.Pd., Gilang Asri Devianty, S.Pd., Herwin Hamid, S.Pd., M.Pd., Febtika Reysne, M.Pd., Endang Widoretno, S.Pd., M.Pd. Laporan tersebut merupakan tulisan semua anggota (termasuk penulis) yang sepakat saling membantu dan memberikan laporannya untuk disusun dalam laporan tim. Yang disajikan penulis di sini tidak semata-mata sama persis dengan laporan. Tapi sudah diolah oleh penulis dengan tambahan sudut pandang penulis dan catatan-catatan kegiatan pribadi penulis. Kesamaan isi dengan laporan tim merupakan keniscayaan karena memang bersumber darinya. Namun sudah ada perbedaan cara penulisan dan beberapa tambahan catatan pribadi penulis tersebut. Untuk itu penulis berterimakasih kepada semua Bapak/ Ibu/ Saudara/ Saudari yang namanya disebut dalam tulisan ini. Serta terimakasih kepada semua Bapak/ Ibu/ Saudara/ Saudari yang tak sempat disebut namanya yang mendukung dan memungkinkan penulis menjadi bagian dari tim yang beruntung ini. Penulis mohon maaf bila ada kekurangan dalam penyajiannya. Semua semata-mata demi bermanfaatnya informasi kegiatan yang telah penulis jalani bagi khalayak pembaca. Dan, disusun dalam satu kesatuan komprehensif dengan bagian lain dari buku ini. Karena, kegiatan ini memang tidak dapat dipisahkan dari anugerah yang diterima penulis setelah meraih juara INOBEL tersebut. Dan tentu saja tak dapat dipisahkan dengan karya siswa-siswi SMPN 1 Baureno tempat penulis mengabdi, sebagai wujud karya hasil pembelajaran dengan metode ini, dan terhimpun dalam buku ini pada Bagian III “KARYA SISWA BAURENO, SEBUAH ANTOLOGI”. Sebagai penutup, penulis mengajak pembaca menikmati crita cekak penulis. Dua cerkak penulis yang disiarkan dua koran yaitu Jawa Pos Radar Bojonegoro dan Solo Pos kembali disiarkan buku ini. Yaitu pada Bagian IV “CERITA PENULIS, DUA CRITA CEKAK”.

Judul Buku: INOBEL Inovasi Pembelajaran Indonesia, Sistem Pendidikan Belanda, dan Karya Siswa Baureno

Penulis: Emi Sudarwati dan Siswa-Siswi SMPN 1 Baureno

ISBN: 978-602-6346-08-7

Ajun Pujang Anom: *Anak Kemarin Sore "Cinta" Bahasa Daerah*



*Anak Kemarin Sore "Cinta" Bahasa Daerah*

Oleh: Ajun Pujang Anom

Terkejut mungkin kata layak untuk menggambarkan, ketika saya diberi buku *"Piwelinge Kanca"*. Buku ini dikarang oleh anak-anak SMP yang masih kelas 7. Dan memakai Bahasa Daerah, dalam hal ini Basa Jawa. Lihat _Bro_! Anak kelas 7 bisa berbahasa Jawa. Ini suatu yang ajaib bagi saya. Karena sekarang, anak-anak lebih terbiasa memakai Bahasa Indonesia (yang _digadoin_ dengan Bahasa Asing) daripada Bahasa Daerah. Mungkin ini karena, Bahasa Daerah terlihat _udik_. Kalaupun masih menggunakan Bahasa Daerah, sudah acakadul pilihan katanya.

Di buku ini, jelas terpampang nyata, anak-anak itu nyaris tak berbuat secuil kesalahan kosakata. Kalau tertulis kata _"menapa"_, bolehlah dipandang bukan kehinaan. Karena buku ini dikarang di sebuah sekolah yang terkenal dengan "kemodernan". Tahu sendiri kan, hal-hal yang berbau modern, biasanya menjauhkan dari budaya tradisional, utamanya Bahasa Daerah.

Meski tak sempat membaca semua karya anak-anak ini, saya sangat apresiatif. Bagaimana tidak, karya-karya mereka sederhana tapi otentik tanpa _gimmick_. Hal ini terang benderang menunjukkan, bahwa mereka bukan _generasi micin_.

Apa yang disajikan adalah keseharian yang penuh balutan nilai-nilai filosofis. Alur yang dipakai juga khas remaja. Mereka tidak memaksakan diri untuk segera beranjak dewasa. Ini plusnya.

Dari tadi mungkin ada yang penasaran, dari SMP manakah mereka berasal. Ya, mereka berasal dari SMPN Model Terpadu Bojonegoro. Perlu saya sebut nama sekolahnya, karena beberapa alasan. *Pertama*, ini sebuah bentuk kesyukuran. Kok masih ada generasi muda yang mau _uri-uri_ kebudayaan? *Kedua*, mungkin bisa menjadi pemicu bagi sekolah lainnya. Agar dapat berbuat yang sama (meski ini juga mereka bukan yang pertama). Jangan malu mengekor. Kalau itu bernama kebaikan.

*Ketiga*, karya ini menguatkan sinyalemen, bahwa _*Bojonegoro adalah gudangnya Sastrawan Jawa*_. Dan generasi penerusnya terus _direproduksi_. Walau masyarakat awam Bojonegoro dan Jawa pada umumnya tak banyak tahu. Mungkin ini karena lemahnya promo, jaringan, dan lebih sukanya bergerak dalam senyap. *Keempat*, karena buku ini diperoleh dengan gratisan. Buku ini diberikan oleh Pak Yo (demikianlah biasa beliau disebut, yang saya tahu). Seorang sastrawan yang _nyambi_ jadi penerbit atau mungkin sebaliknya. Entahlah. Namun yang pasti beliau terlibat di dalamnya.

_Bojonegoro, 23 Juli 2018_

Bedah Buku "Aku dan Muridku"

Bedah Buku "Aku dan Muridku" terbitan Kelompok Penerbit Majas diselenggarakan oleh Kelompok Penerbit Majas bekerja sama dengan SMPN 2 Bojonegoro di SMPN 2 Bojonegoro, pada Minggu 24 September 2017. Menampilan pembicara Emi Sudarwati, S.Pd., Siti Mukaromah, S.Pd., Drh. Yonathan Rahardjo, dan pembaca puisi Nurin S.Pd, M.Pd. Diikuti oleh siswa-siswi SMPN 2 Bojonegoro. Disertai pembahasan buku terbitan SMPN 2 Bojonegoro.

Ajun Pujang Anom: *Mutik, Buku Yang Bikin Merinding*

*Mutik, Buku Yang Bikin Merinding*

Oleh: Ajun Pujang Anom

Siang ini menjelang Sholat Dhuhur, saya buka lemari yang bawahnya, biasa saya gunakan sebagai "gudang buku". Mengapa disebut gudang buku? Karena di sinilah tersimpan, buku yang baru saya beli atau dapatkan. Dan juga kadang-kadang buku yang suka saya bawa.

"Suka saya bawa" dalam pengertian yang harfiah. Ini artinya tidak harus saya baca. Tapi suka membawanya. Untuk apa membawanya, kalau tidak dibaca? Ya tetap ada kemungkinan untuk dibaca. Tapi yang baca, bisa orang lain. Tak harus saya kan. Bukankah buku fungsinya juga banyak? Tak cuma dibaca, bisa untuk alas tidur sampai komoditas ekspor. Lho kok sampai komoditas ekspor? Lha itu, buku Harry Potter, contohnya. Riil menghasilkan devisa bagi Inggris.

Dan siang ini, _ndak_ biasa-biasanya, saat memegang buku yang berjudul *"Mutik"* ini, saya disengat merinding. Pertama-tama, saya rasakan ini hal yang aneh. Apalagi saat mengelupas bungkus plastiknya. Semakin menjadi-jadi lah rasa merinding ini. Namun lama-kelamaan saya tepis. Saya anggap wajarlah, karena semalaman menjaga anak-anak yang sedang tidur. Setelah sebelumnya melakukan berbagai aktivitas di kegiatan jambore. Bisa dibilang efek kurang tidur, mungkin.

Namun demi memuaskan rasa penasaran. Saya telusuri buku ini. Tak perlu waktu lama. Karena saat ini, saya tak hobi menekuni buku dengan waktu yang lama. Saya lebih suka "baca sekilas".

Setelah saya baca dari awal. Dari judul buku sampai pengantar. Saya tak menemui tentang mengapa buku ini diberi judul *"Mutik"*. Agak emosi sedikitlah diri ini. _Lha wong buat buku kok *geje* nggak jelas_, gerutu saya. Namun demi memuaskan rasa penasaran. Saya telusuri buku ini. Tak perlu waktu lama. Karena saat ini, saya tak hobi menekuni buku dengan waktu yang lama. Saya lebih suka "baca sekilas".

Dan ketemu di daftar isi, nomor 14. Sebuah cerpen berjudul "Mutik", karya dari Bu Hariani Susanti (yang biasa dipanggil dengan sebutan Bu Icha). Cerpen yang berkisah tentang perjuangan seorang anak yang ingin melanjutkan pendidikannya. Namun karena gegara ayahnya yang tak peduli, bahkan berusaha merampas impiannya. Dia meninggal saat berjuang untuk mewujudkan impiannya itu.

Mungkin bisa jadi ini, penyebab saya merinding. Apakah cerpen itu kisah nyata? Saya akan segera _nyamperin_ yang ngarang? Ini pun kalau saya sempat.

_Bojonegoro, 8 September 2017_

Seuntai Mutiara yang Terpendam


ANAK TURUN AIRLANGGA


Jawaban Kekacauan


Jawaban Kekacauan
Penulis: Yonathan Rahardjo
Cetakan : I, 2004
Ukuran :
Tebal :
ISBN :
Harga :

Mis Koncoku Sinorowedi

Mis, Mitroku Sinorowedi
Novel Bahasa Jawa
Penulis: Rahmat Ali
Cetakan : I, 2009
Ukuran :
Tebal :
ISBN :
Harga

Dinosaurus Habis Sakit Gawat

Dinosaurus Habis Sakit Gawat
Penulis: Rahmat Ali
Cetakan : I, 2009
Ukuran :
Tebal :
ISBN :
Harga :

Bi Gayah Sambalnya Mmmm...

Bi Gayah Sambalnya Mmmm...
Penulis: Rahmat Ali
Cetakan : I, 2004
Ukuran :
Tebal :
ISBN :
Harga :

Pacar Cantik di Kapal Selamku


Pacar Cantik di Kapal Selamku
Penulis: Rahmat Ali
Cetakan : I, 2004
Ukuran :
Tebal :
ISBN :
Harga :

Segulung Gelombang Segunung Rindu


Segulung Gelombang Segunung Rindu
Penulis: Rahmat Ali
Cetakan : I, 2009
Ukuran :
Tebal :
ISBN :
Harga :

Bara Asmara dari Bumi Siliwangi

Bara Asmara dari Bumi Siliwangi
Penulis: Suparman
Cetakan : I, 2010
Ukuran :
Tebal :
ISBN : 978-979-99159-7-0
Harga :

Kumpulan Sajak Kedaulatan Pangan


Penerbit Majas
Judul :Kumpulan Sajak Kedaulatan Pangan
Penulis : Yonathan Rahardjo
Cetakan : I, Juni 2009
Ukuran : 12,5 x 20 cm
Tebal : 100 halaman
ISBN :
Harga : Rp. 30.000,- 


Pangan merupakan bagian tak terpisahkan dalam pemenuhan kebutuhan hidup pokok manusia. Berbagai jenis makanan dan minuman diproduksi dan kita konsumsi setiap hari. Betapa dekat dan tak terpisahkannya pangan dengan kita, mengilhami saya menulis puisi-puisi yang langsung berjudul nama makanan dan minuman.

Dengan menempatkan nama ‘diri’ pangan itu pada judul sajak-sajak Yonathan, ada suatu harapan, bahwa pangan itu akan berbicara kepada kita –-apapun materi dan maknanya-- dengan segenap kedaulatannya, terurai pada isi puisi.

Kedaulatan Pangan yang berbicara atas nama batin dan pandangannya sendiri, adalah antitesa terhadap sikap tunggal manusia terhadap pangan hanya berfungsi sebagai pemuas rasa lapar dan pemasok gizi hidup belaka. Dengan pangan, kebutuhan kita dipenuhi bukan hanya yang bersifat fisik, tapi juga batin.

Yonathan mengevaluasi hal nilai batiniah dalam pangan konsepnya ini dari beberapa catatan. Nilai batiniah dalam pangan konsepnya itu antara lain dipublikasikan pada 2003 dalam Antologi Puisi Bisikan Kata Teriakan Kota oleh Dewan Kesenian Jakarta. Pecel Lele dan Siomay adalah dua judul puisi Yonathan pada antologi puisi itu.

Salah seorang yang memberikan perhatian besar pada eksistensi puisi pangan Yonathan sejak saat itu adalah penyair Binhad Nurrohmat yang terus mengingatkannya kan makna penting Sajak-sajak Kedaulatan Pangan saya dalam peta sastra Indonesia hingga lahir buku ini.

Perhatian Binhad, antara lain dipublikasikan pada 1 Mei 2004 di Fajar Banten dengan tulisannya: “....Yonathan meski secara tersamar sebenarnya menunjukkan suatu komitmen sosial juga (puisi “Bukan Serabi Bandung....)”

Terkait nilai yang tampak dari puisi Yonathan seperti “Bukan Serabi Bandung” ini, Sinar Harapan 10 Januari 2004 menulis, “..., Yonathan menggali ide baru yang sederhana, suatu gurauan serius dengan logika anak muda yang hendak bebas berkreasi. Coba simak sajaknya yang berjudul “Bukan Serabi Bandung....”

Kalaulah sastrawan Maroeli Simbolon masih hidup saat ini, ia tentu juga akan terus mengingatkan Yonathan tentang makna penting sajak-sajak pangannya. Perhatian ini antara lain ditulis oleh Maroeli Simbolon di Lampung Post 8 Agustus 2004.

Tulis Maroeli di situ, “..., Dan teman-teman seniman bertepuk tangan. Sebaliknya, ingatan saya segera tertuju kepada dua penyair muda berbakat besar, yang mengekspresikan pendapat Tardji (penyair Sutardi Calzoum Bahri) –dengan pendekatan lain. Yonathan Rahardjo sering menulis puisi dengan memasukkan jenis-jenis makanan dan minuman masyarakat kita sehari-hari, seperti ketupat, lepat, peyek, bandrek, pisang goreng.”

Contoh lain penyair Nurdin Ahmad Zakky menulis kepada Yonathan, “Tom yam enak.... Saya sampai baca berulang-ulang. Yang ini rasanya agak beda.... Memang harusnya penyair kritis dengan lingkungan. ..., Saya baca ulang lagi ternyata kaya rasa juga. Termasuk masalah tradisi bahkan sampai ke identitas. Rasa originalitas maknyus kata Bondan Winarno (pakar kuliner) mah. Tapi kalau nggak percaya baca saja yang, ubi goreng ubi rebus. Masalahnya sudah banyak sekali orang yang krisis identitas, yang malu mengakui apa yang ada di sekitarnya. Kesederhanaan ini saya pikir lebih menghujam....”

Di milis Penyair, seorang yang memakai nama Karang SS mengomentari “Bukan Serabi Bandung” demikian, “Aku suka gaya tulisannya. Meluncur rendah bagai air tak kenal halangan.”
Adapun di milis Apresiasi Sastra, penyair Misbach pada Januari 2007 bahkan menulis puisi untuk saya demikian:

CATATAN TENTANG SEMANGKUK TOM YAM
: Yonathan Rahardjo
semangkuk tom yam kau letakkan di lidahku, lalu pelan-pelan kau resapkan lezatnya ke syaraf-syaraf lapar yang terus menggelepar liar merindukan seiris kampung halaman dalam kemeruyuk cinta yang nyaris tak bisa kutahan.
semangkuk tom yam dalam hingar lapar di jalanan dengan genang kenang yang diturunkan hujan, hatiku menggigil di bibir nampan menggetarkan pertanyaan
: kapankah kau bikin sebuah perjamuan
hingga tandas tom yam-mu disyairkan
hingga tuntas syairmu dirupakan?

Kata Yunita Hapsari di milis Penyair. “Mm..., yummy! Lapar jasmani dan rohani terpenuhi.” Begitulah, dengan menikmati, memaknai, dan merasakan manfaat kehadiran puisi pangan dalam buku ini, Anda akan menambah daftar nama yang membuat  kita semua  makin bersyukur dan sekaligus mengucap terimakasih atas kehadiran pangan dan puisi pangan Yonathan Rahardjo.

Geng Literat