Selasa, 17 Maret 2026

Lukas 23

 Mari kita susun Lukas pasal 23 sebagai narasi aktif yang memperlihatkan keteguhan Yesus sebagai Domba Allah yang tak bersalah di tengah pengadilan dunia yang tidak adil dan eksekusi yang kejam.

Yesus Diadili di Hadapan Pilatus dan Herodes

Lukas 23:1-12. Seluruh mahkamah itu membawa Yesus kepada Pilatus, gubernur Romawi, dengan tuduhan palsu bahwa Ia menyesatkan bangsa dan melarang membayar pajak. Pilatus mendapati bahwa Yesus tidak bersalah, namun karena Yesus berasal dari Galilea, ia mengirim-Nya kepada Herodes yang kebetulan ada di Yerusalem. Herodes sangat girang karena ingin melihat mujizat, tetapi karena Yesus diam seribu bahasa terhadap hinaannya, Herodes mengenakan jubah mewah pada-Nya dan mengirim-Nya kembali kepada Pilatus. Sejak hari itu, Pilatus dan Herodes yang tadinya bermusuhan menjadi bersahabat.

Yesus Dijatuhi Hukuman Mati demi Memuaskan Rakyat

Lukas 23:13-25. Pilatus memanggil para pemimpin Yahudi dan menegaskan kembali bahwa baik dirinya maupun Herodes tidak mendapati kesalahan apa pun yang pantas dihukum mati pada Yesus. Ia berniat melepaskan Yesus, namun orang banyak berteriak histeris meminta Barabas—seorang pemberontak dan pembunuh—untuk dibebaskan, dan Yesus untuk disalibkan. Akhirnya, karena desakan yang semakin kuat, Pilatus menyerah pada kehendak mereka dan menyerahkan Yesus untuk dihukum mati sementara Barabas dibebaskan.

Yesus Memikul Salib Menuju Bukit Tengkorak (Golgota)

Lukas 23:26-32. Saat Yesus dibawa ke luar, mereka memaksa Simon dari Kirene untuk memikul salib di belakang Yesus. Banyak orang mengikuti-Nya, termasuk perempuan-perempuan yang menangisi-Nya, namun Yesus berpaling dan berkata agar mereka jangan menangisi-Nya, melainkan menangisi diri mereka sendiri dan anak-anak mereka karena hari-hari kesesakan yang akan datang atas Yerusalem. Bersama Yesus, ada dua orang penjahat lain yang juga dibawa untuk dihukum mati.

Yesus Disalibkan dan Mengampuni Musuh-Nya

Lukas 23:33-43. Mereka tiba di tempat bernama Tengkorak dan menyalibkan Yesus di sana. Di atas kayu salib, Yesus berdoa, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Para pemimpin agama mengejek-Nya, sementara prajurit Romawi mengundi pakaian-Nya. Salah seorang penjahat yang disalibkan di samping-Nya menghujat-Nya, tetapi penjahat yang lain membela Yesus dan memohon agar diingat saat Yesus datang sebagai Raja. Yesus menjawabnya dengan janji yang luar biasa: "Sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Wafatnya Yesus dan Tabir Bait Allah yang Terbelah

Lukas 23:44-49. Kegelapan meliputi seluruh daerah itu selama tiga jam sejak tengah hari karena matahari tidak bercahaya. Tiba-tiba, tabir Bait Allah terbelah dua. Yesus berseru dengan suara nyaring, "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku," dan setelah berkata demikian, Ia menyerahkan nyawa-Nya. Seorang kepala pasukan Romawi yang melihat kejadian itu memuliakan Allah dan mengakui bahwa Yesus sungguh orang benar. Semua orang yang datang melihat peristiwa itu pulang sambil memukul-mukul diri karena sedih.

Yesus Dimakamkan oleh Yusuf dari Arimatea

Lukas 23:50-56. Seorang anggota Majelis Agama yang baik dan benar bernama Yusuf dari Arimatea menghadap Pilatus untuk meminta mayat Yesus. Ia menurunkan mayat itu, mengapannya dengan kain lenan, dan meletakkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, yang belum pernah dipakai orang. Perempuan-perempuan yang datang dari Galilea melihat kubur itu dan bagaimana mayat Yesus dibaringkan, lalu mereka pulang untuk menyiapkan rempah-rempah sebelum beristirahat pada hari Sabat sesuai hukum Taurat.

Apakah Anda ingin saya menutup rangkaian ini dengan Lukas pasal 24, yang berisi tentang kebangkitan Yesus yang gemilang dan kenaikan-Nya ke surga?


Tidak ada komentar: