Markus pasal 7 (Markus 7) merupakan salah satu bagian penting dalam Injil Markus yang mencatat konfrontasi Yesus dengan para ahli Taurat dan orang Farisi mengenai tradisi dan hukum.
Berikut adalah ringkasan poin-poin utama dari pasal ini:
1. Perdebatan tentang Adat Istiadat (Ayat 1-23)
Orang Farisi menegur murid-murid Yesus karena makan dengan tangan yang "najis" (tidak mencuci tangan sesuai tradisi nenek moyang). Yesus menanggapi dengan keras:
* Kritik terhadap Kemunafikan: Yesus mengutip Nabi Yesaya, menyatakan bahwa mereka memuliakan Tuhan dengan bibir, tetapi hatinya jauh.
* Perintah Allah vs. Tradisi Manusia: Beliau menegur mereka karena mengabaikan perintah Allah demi memegang tradisi buatan manusia (contohnya mengenai Korban).
* Sumber Kenajisan: Yesus mengajarkan bahwa apa yang masuk ke dalam mulut tidak menajiskan orang, melainkan apa yang keluar dari dalam hati (pikiran jahat, perzinahan, pencurian, pembunuhan, dll).
2. Iman Perempuan Sifoneisia (Ayat 24-30)
Yesus pergi ke daerah Tirus dan Sidon. Seorang ibu non-Yahudi memohon agar Yesus mengusir setan dari anaknya.
* Terjadi dialog unik tentang "roti untuk anak-anak" dan "anjing-anjing".
* Karena kerendahan hati dan iman perempuan itu, Yesus menyembuhkan anaknya dari jarak jauh. Ini menunjukkan bahwa misi Yesus mulai menjangkau bangsa-bangsa di luar Israel.
3. Penyembuhan Orang Tuli dan Gagap (Ayat 31-37)
Yesus kembali ke daerah Dekapolis dan menyembuhkan seorang yang tuli dan sulit bicara.
* Yesus mengucapkan kata "Efata!" yang berarti "Terbukalah!".
* Mujizat ini membuat orang banyak takjub, dan mereka berkata, "Ia menjadikan segala-galanya baik."
> Pesan Inti: Markus 7 menekankan pentingnya kemurnian hati di atas ritual keagamaan lahiriah dan menunjukkan bahwa belas kasihan Tuhan tersedia bagi siapa saja yang memiliki iman.
>
Apakah Anda ingin saya menggali lebih dalam mengenai tafsiran ayat tertentu atau melihat perbandingannya dengan kitab Injil lainnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar