Markus 3 (Mark 3) is a pivotal chapter in the New Testament that highlights the growing tension between Jesus and the religious establishment, as well as the formal organization of his followers.
Here is a breakdown of the key events in this chapter:
1. Healing on the Sabbath
The chapter opens with Jesus entering a synagogue where a man with a withered hand is present. The Pharisees watch closely to see if he will heal on the Sabbath, hoping to find a reason to accuse him.
* The Conflict: Jesus asks, "Is it lawful to do good on the Sabbath, or to do evil?"
* The Result: Grieved by their hardness of heart, Jesus heals the man. This leads the Pharisees to begin plotting with the Herodians on how to destroy Him.
2. Crowds by the Lakeside
Jesus withdraws to the Sea of Galilee. His popularity is at a peak, with people coming from Judea, Jerusalem, Idumea, and beyond the Jordan.
* The Chaos: The crowds are so large that Jesus has a small boat kept ready to keep from being crushed.
* The Spirits: Whenever "unclean spirits" see him, they fall down and cry out, "You are the Son of God," but Jesus strictly orders them not to make him known.
3. The Appointment of the Twelve
Jesus goes up on a mountain and calls those he wants. He appoints twelve men to be with him and to be sent out to preach.
* The Purpose: To have authority to cast out demons and to spread the message.
* The Names: Simon (Peter), James and John (the "Sons of Thunder"), Andrew, Philip, Bartholomew, Matthew, Thomas, James son of Alphaeus, Thaddaeus, Simon the Zealot, and Judas Iscariot.
4. The Blasphemy Against the Holy Spirit
Teachers of the law from Jerusalem claim Jesus is possessed by Beelzebul (Satan) and drives out demons by the prince of demons. Jesus responds with famous logic:
> "If a kingdom is divided against itself, that kingdom cannot stand."
>
He warns that while all sins can be forgiven, blasphemy against the Holy Spirit—attributing the work of God to the devil—is an eternal sin.
5. Jesus’ Mother and Brothers
The chapter ends with Jesus' family arriving to see him, but they can't reach him because of the crowd. When told his mother and brothers are outside, Jesus looks at those sitting around him and says:
* True Family: "Whoever does God’s will is my brother and sister and mother."
Would you like me to dive deeper into the meaning of the "unpardonable sin" mentioned in this chapter, or perhaps provide a summary of the next chapter?
Tentu, ini adalah terjemahan dari ringkasan Markus 3 ke dalam Bahasa Indonesia:
Markus 3 adalah pasal krusial dalam Perjanjian Baru yang menonjolkan ketegangan yang meningkat antara Yesus dan kelompok agama mapan, serta pengorganisasian formal para pengikut-Nya.
Berikut adalah rincian peristiwa utama dalam pasal ini:
1. Menyembuhkan pada Hari Sabat
Pasal ini dibuka dengan Yesus memasuki rumah ibadat di mana terdapat seorang pria dengan tangan yang mati sebelah. Orang-orang Farisi mengawasi dengan tajam untuk melihat apakah Ia akan menyembuhkan pada hari Sabat agar mereka punya alasan untuk menyalahkan-Nya.
* Konflik: Yesus bertanya, "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat?"
* Hasilnya: Merasa sedih karena kedegilan hati mereka, Yesus menyembuhkan pria itu. Hal ini memicu orang-orang Farisi untuk mulai bersekongkol dengan kaum Herodian tentang bagaimana cara membunuh-Nya.
2. Orang Banyak di Tepi Danau
Yesus menyingkir ke Danau Galilea. Popularitas-Nya mencapai puncaknya, dengan orang-orang yang datang dari Yudea, Yerusalem, Idumea, dan dari seberang sungai Yordan.
* Kepadatan: Kerumunan itu begitu besar sehingga Yesus meminta sebuah perahu kecil disiapkan agar Ia tidak terhimpit oleh orang banyak.
* Roh-roh Jahat: Setiap kali "roh-roh jahat" melihat-Nya, mereka tersungkur dan berteriak, "Engkaulah Anak Allah," namun Yesus dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
3. Penetapan Dua Belas Rasul
Yesus naik ke atas bukit dan memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai-Nya dan untuk diutus memberitakan Injil.
* Tujuan: Agar mereka memiliki kuasa untuk mengusir setan dan menyebarkan pesan Tuhan.
* Nama-nama: Simon (Petrus), Yakobus dan Yohanes (yang dijuluki Boanerges atau "Anak-anak Guntur"), Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot.
4. Menghujat Roh Kudus
Ahli-ahli Taurat dari Yerusalem mengklaim bahwa Yesus kerasukan Beelzebul (Iblis) dan mengusir setan dengan kuasa penghulu setan. Yesus menanggapi dengan logika yang terkenal:
> "Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan."
>
Ia memperingatkan bahwa meskipun semua dosa dapat diampuni, hujat terhadap Roh Kudus—yakni menghubungkan pekerjaan Tuhan dengan iblis—adalah dosa yang kekal.
5. Ibu dan Saudara-saudara Yesus
Pasal ini diakhiri dengan keluarga Yesus yang datang untuk menemui-Nya, namun mereka tidak dapat menjangkau-Nya karena kerumunan orang. Ketika diberitahu bahwa ibu dan saudara-saudara-Nya ada di luar, Yesus melihat orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya dan berkata:
* Keluarga Sejati: "Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
Apakah Anda ingin saya membahas lebih dalam tentang makna "dosa yang tak terampuni" yang disebutkan di pasal ini, atau mungkin memberikan ringkasan untuk pasal berikutnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar