Daniel 8:14 adalah salah satu ayat yang paling penting dan paling banyak diperdebatkan dalam kitab Daniel, khususnya dalam studi eskatologi (akhir zaman). Ayat ini berbunyi:
> "Maka ia menjawab: 'Sampai dua ribu tiga ratus petang dan pagi; lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar.'"
>
Berikut adalah poin-poin utama makna dan penafsiran ayat ini:
1. Konteks Penglihatan
Daniel baru saja melihat penglihatan tentang seekor domba jantan (Media-Persia) dan seekor kambing jantan (Yunani). Kemudian muncul "tanduk kecil" yang sombong, yang menghina Allah, menghentikan korban sehari-hari, dan mencemarkan tempat kudus. Daniel 8:14 adalah jawaban atas pertanyaan "Berapa lama lagi pencemaran ini akan berlangsung?"
2. "Dua Ribu Tiga Ratus Petang dan Pagi"
Ada dua penafsiran utama mengenai angka ini:
* Penafsiran Historis (Antiochus Epiphanes): Banyak sarjana melihat ini sebagai nubuat tentang masa pemerintahan raja Siria, Antiochus IV Epiphanes (abad ke-2 SM), yang melarang ibadah Yahudi dan mencemarkan Bait Allah dengan mempersembahkan babi.
* Jika "petang dan pagi" dihitung sebagai jumlah korban (satu di pagi hari, satu di sore hari), maka 2.300 merujuk pada 1.150 hari (kurang lebih 3 tahun), masa di mana Antiochus menindas Yerusalem sebelum Makabe menyucikan kembali Bait Allah.
* Penafsiran Eskatologis (Hari-Tahun): Sebagian penafsir (terutama tradisi Advent) menggunakan prinsip "satu hari untuk satu tahun" (berdasarkan Bilangan 14:34 dan Yehezkiel 4:6). Dalam pandangan ini, 2.300 petang dan pagi berarti 2.300 tahun. Masa ini dihitung mulai dari perintah membangun kembali Yerusalem (457 SM) dan berakhir pada tahun 1844, yang dipercaya sebagai dimulainya "Pembersihan Tempat Kudus Surgawi" atau Masa Penghakiman.
3. Pemulihan/Penyucian Tempat Kudus
Kata Ibrani yang digunakan untuk "dipulihkan" adalah nitsdaq, yang bisa berarti "dibenarkan", "disucikan", atau "dikembalikan ke haknya".
* Secara fisik, ini merujuk pada penyucian Bait Allah di Yerusalem setelah dicemarkan oleh penyembahan berhala.
* Secara spiritual, ini melambangkan kemenangan akhir Allah atas kejahatan. Tanduk kecil mencoba menghapus sistem keselamatan Allah, tetapi Allah menjanjikan bahwa ada batas waktu bagi kejahatan, dan pada akhirnya, pemerintahan-Nya yang benar akan dipulihkan.
Intisari Pesan
Makna terdalam dari Daniel 8:14 adalah Kedaulatan Allah. Meskipun tampaknya kuasa duniawi (tanduk kecil) sedang menang dan menginjak-injak umat Tuhan serta tempat kudus-Nya, Allah sudah menetapkan waktu yang pasti kapan penderitaan itu berakhir. Kejahatan memiliki "tanggal kedaluwarsa", dan kebenaran Allah pasti akan ditegakkan kembali.
Apakah Anda ingin saya menjelaskan hubungan ayat ini dengan nubuat 70 minggu di Daniel pasal 9? Karena kedua pasal ini sering dianggap saling berkaitan untuk menghitung waktu tersebut.
Pernyataan bahwa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) adalah "sesat" memang menjadi topik perdebatan yang panjang di kalangan teologi Kristen di Indonesia. Penilaian ini biasanya muncul karena adanya perbedaan doktrin yang cukup tajam dengan gereja-gereja Protestan atau Katolik pada umumnya.
Mari kita bedah secara objektif mengapa pandangan tersebut muncul dan bagaimana posisi mereka dalam lanskap kekristenan:
Mengapa Sering Dianggap "Berbeda" atau "Sesat"?
Ada beberapa poin utama yang biasanya menjadi pemicu label tersebut:
* Hari Sabat (Sabtu): Berbeda dengan mayoritas gereja yang beribadah di hari Minggu, Advent meyakini bahwa hari ketujuh (Sabtu) adalah hari perhentian yang kudus sesuai hukum Taurat yang tidak pernah diubah.
* Nubuat 2.300 Petang dan Pagi (1844): Seperti yang kita bahas di Daniel 8:14, mereka memiliki penafsiran unik mengenai "Pembersihan Tempat Kudus" yang dimulai pada tahun 1844 (dikenal sebagai Investigative Judgment). Banyak teolog arus utama menolak hitungan ini.
* Ellen G. White: Mereka sangat menghormati tulisan-tulisan Ellen G. White sebagai "penerangan kecil" untuk memahami Alkitab. Bagi sebagian kalangan, ini dianggap menempatkan otoritas manusia sejajar dengan Alkitab (Sola Scriptura).
* Keadaan Orang Mati: Advent percaya pada "tidur jiwa" (soul sleep), yaitu pandangan bahwa orang mati tidak langsung ke surga atau neraka, melainkan tidak sadarkan diri sampai kebangkitan kedua.
* Hukum Makanan: Mereka masih memegang prinsip makanan halal dan haram (seperti dalam Kitab Imamat), yang oleh gereja lain dianggap sudah tidak berlaku lagi di bawah kasih karunia.
Pandangan Arus Utama (Ekumenis)
Meskipun memiliki doktrin yang spesifik, banyak organisasi Kristen dunia (seperti World Council of Churches atau di Indonesia, meskipun bukan anggota PGI, mereka sering bekerja sama dalam misi kemanusiaan) memiliki sikap yang lebih moderat:
* Pengakuan Trinitas: Advent mengakui Allah Tritunggal (Bapa, Anak, Roh Kudus), yang merupakan syarat utama "kekristenan ortodoks".
* Keselamatan karena Iman: Mereka percaya keselamatan hanya melalui pengorbanan Yesus Kristus, bukan karena melakukan hukum Taurat (meskipun mereka sangat menekankan penurutan hukum sebagai buah iman).
* Bukan Kultus yang Mengisolasi: Berbeda dengan sekte-sekte yang menutup diri, Advent sangat terbuka dalam bidang pendidikan dan kesehatan (banyak rumah sakit dan sekolah Advent yang melayani masyarakat umum).
Kesimpulan
Secara teologis, Gereja Advent sering disebut sebagai "Kekristenan Perbatasan".
* Bagi yang sangat ketat pada doktrin Protestan tradisional, perbedaan hari Sabat dan 1844 dianggap menyimpang.
* Bagi yang melihat dari sisi fundamental iman (Trinitas dan Alkitab), mereka dianggap sebagai saudara seiman yang memiliki interpretasi nubuat yang berbeda.
Diskusi mengenai "sesat" atau tidaknya suatu aliran memang sangat bergantung pada standar doktrin mana yang digunakan sebagai tolok ukur.
Apakah Anda ingin saya membantu membandingkan ayat-ayat Alkitab yang sering digunakan oleh Gereja Advent dengan ayat-ayat yang digunakan oleh Gereja Protestan umum untuk melihat di mana letak perbedaannya?
Memahami mengapa Anda menyebut perhitungan tahun 1844 itu "ngawur" atau sesat sangat bisa dimengerti dari sudut pandang teologi Protestan umum. Angka ini memang menjadi titik pemisah paling tajam antara Gereja Advent dan dunia kekristenan lainnya.
Ada beberapa alasan teknis dan teologis mengapa perhitungan ini dianggap bermasalah oleh banyak pihak:
1. Masalah "Hari Jadi Tahun"
Kritik utama terhadap angka 1844 adalah penggunaan prinsip 1 hari = 1 tahun untuk menafsirkan 2.300 petang dan pagi dalam Daniel 8:14.
* Kritik: Banyak ahli Alkitab berpendapat bahwa "petang dan pagi" merujuk pada unit waktu ibadah harian (korban pagi dan sore). Jadi, 2.300 petang dan pagi sebenarnya adalah 1.150 hari, yang secara historis pas dengan masa penindasan Antiochus Epiphanes di Yerusalem (sekitar 167–164 SM).
* Pandangan Advent: Mereka tetap menggunakan prinsip tahun karena menganggap nubuatan Daniel bersifat apokaliptik jangka panjang yang mencapai "akhir zaman".
2. Kegagalan "Great Disappointment" (Kekecewaan Besar)
Asal-usul angka 1844 berasal dari gerakan Millerite. Awalnya, William Miller meramalkan bahwa pada 22 Oktober 1844, Yesus akan datang ke bumi.
* Faktanya: Yesus tidak datang. Peristiwa ini disebut The Great Disappointment.
* Perubahan Tafsir: Alih-alih mengakui hitungannya salah total, kelompok yang kemudian menjadi cikal bakal Advent (lewat penglihatan Hiram Edson) menyatakan bahwa hitungannya benar, tetapi lokasinya salah. Yesus bukan datang ke bumi, melainkan pindah dari "Bilik Kudus" ke "Bilik Mahakudus" di Bait Suci Surgawi untuk memulai penghakiman.
* Tudingan Sesat: Bagi gereja lain, ini dianggap sebagai upaya "menyelamatkan muka" atau menciptakan doktrin baru yang tidak ada dasar Alkitabiahnya demi menutupi ramalan yang meleset.
3. Doktrin "Penghakiman Pemeriksaan" (Investigative Judgment)
Poin ini yang paling dianggap berbahaya secara teologis oleh kaum Reformed/Protestan:
* Alasan: Doktrin 1844 mengajarkan bahwa sejak tahun itu, Yesus sedang memeriksa catatan hidup orang percaya untuk menentukan siapa yang layak selamat.
* Sanggahan: Gereja umum percaya bahwa keselamatan sudah selesai dan tuntas di kayu salib (Tetelestai). Konsep bahwa Yesus masih harus "memeriksa catatan" sejak 1844 dianggap merendahkan kesempurnaan karya penebusan Kristus dan menimbulkan ketakutan (tidak ada kepastian keselamatan).
Kesimpulan Sudut Pandang
Jika Anda melihat dari standar Sola Fide (keselamatan hanya karena iman yang sudah selesai di salib), maka doktrin 1844 memang terlihat bertentangan karena menambahkan proses penghakiman yang berkelanjutan. Inilah sebabnya mengapa banyak denominasi menolak keras hitungan tersebut.
Namun, bagi penganutnya, 1844 adalah pesan pengingat bahwa dunia sudah di ambang akhir dan manusia harus hidup kudus.
Apakah Anda ingin membedah teks asli bahasa Ibrani dari Daniel 8:14 untuk melihat mengapa kata "dipulihkan" bisa diterjemahkan secara berbeda oleh berbagai kelompok?
Mari kita bedah kata kuncinya secara teknis. Dalam bahasa Ibrani, kata yang diterjemahkan sebagai "dipulihkan" dalam Daniel 8:14 adalah וְנִצְדַּק (we-nitsdaq).
Akar katanya adalah צָדַק (tsadaq). Di sinilah letak perdebatan besar antara terjemahan Alkitab umum dan tafsiran yang digunakan untuk mendukung angka 1844.
1. Arti Dasar: Tsadaq
Secara harfiah, tsadaq berarti "menjadi benar", "adil", atau "dibenarkan".
* Dalam konteks hukum: Seseorang dinyatakan tidak bersalah.
* Dalam konteks moral: Seseorang bertindak benar.
2. Mengapa Terjemahannya Berbeda-beda?
Karena kata ini muncul dalam bentuk pasif (Niphal), para penerjemah Alkitab memilih kata yang paling cocok dengan konteks "Tempat Kudus":
| Versi Alkitab | Terjemahan Kata Nitsdaq | Alasan |
|---|---|---|
| KJV / NKJV | Cleansed (Disucikan) | Mengikuti tradisi Septuaginta (Yunani) dan Vulgata (Latin) yang menghubungkannya dengan ritual penyucian Bait Allah. |
| NASB / ESV | Restored / Put Right (Dipulihkan) | Fokus pada pengembalian fungsi Bait Allah yang sempat dirusak oleh musuh. |
| TB (Indonesia) | Dipulihkan | Menekankan kembalinya keadaan wajar setelah kekacauan. |
| Terjemahan Literal | Dibenarkan / Ditegakkan | Arti paling murni dari akar kata tsadaq. |
3. Titik "Ngawur" dalam Tafsiran 1844
Kritik utama terhadap hitungan 1844 sering berfokus pada bagaimana kata nitsdaq ini "dipaksakan" maknanya:
* Lompatan Logika: Tafsiran 1844 menghubungkan "penyucian" (cleansed) di Daniel 8:14 dengan Hari Raya Pendamaian (Yom Kippur) di Kitab Imamat 16. Di sana, imam besar menyucikan Bait Suci dari dosa-dosa bangsa Israel.
* Masalahnya: Penafsir kritis berpendapat bahwa konteks Daniel 8 bukan tentang penyucian dari dosa umat, melainkan pembersihan Bait Allah dari pencemaran musuh (Antiochus Epiphanes atau antikristus).
* Anakronisme: Menarik garis lurus dari tahun 457 SM (perintah Artahsasta) ke 1844 Masehi dianggap sebagai anakronisme (memasukkan ide modern ke teks kuno). Bagi banyak teolog, Daniel sedang bicara tentang nubuatan yang jauh lebih dekat dengan zaman itu, bukan kalkulasi matematika ribuan tahun kemudian.
4. Kesimpulan Teknis
Jika kita hanya setia pada teks Ibrani:
Daniel 8:14 sebenarnya bicara tentang pemulihan keadilan. Tempat kudus yang diinjak-injak oleh kuasa jahat akan "dibenarkan" atau dikembalikan haknya oleh Allah.
Bagi pengritik doktrin 1844, mengubah "pemulihan keadilan" ini menjadi "penghakiman pemeriksaan surgawi yang dimulai tahun 1844" adalah lompatan tafsir yang tidak memiliki jembatan bahasa yang kuat dalam teks aslinya.
Apakah Anda ingin melihat bagaimana teks Daniel 9:24-27 (nubuatan 70 minggu) sering "dipaksa" kawin dengan Daniel 8:14 ini untuk memunculkan angka 1844 tersebut? Karena dari sanalah asal-usul hitungan matematikanya.
Di sinilah letak "otak" dari perhitungan tersebut. Para pengamat teologi menyebutnya sebagai "Pernikahan Paksa" antara Daniel 8 dan Daniel 9.
Tanpa pasal 9, angka 1844 tidak akan pernah ada karena Daniel 8:14 sendiri tidak menyebutkan kapan 2.300 petang dan pagi itu dimulai.
1. Jembatan yang Dipaksakan: Kata "Ditentukan"
Dalam Daniel 9:24, ada nubuatan tentang "70 minggu" (490 tahun). Kata Ibrani yang digunakan untuk "ditentukan" adalah נֶחְתַּךְ (nehtak).
* Arti Sebenarnya: "Ditetapkan" atau "diputuskan".
* Tafsiran Advent: Mereka mengartikan nehtak sebagai "dipotong dari".
* Logikanya: Mereka berargumen bahwa 490 tahun (70 minggu) ini "dipotong" dari nubuatan yang lebih panjang, yaitu 2.300 tahun di Daniel 8:14. Dengan asumsi ini, kedua nubuatan tersebut dianggap memiliki titik start yang sama.
2. Mencari Titik Start (457 SM)
Mereka menggunakan titik awal nubuatan 70 minggu di Daniel 9:25: "saat firman itu keluar untuk memulihkan dan membangun kembali Yerusalem."
* Secara historis, ini dihubungkan dengan titah raja Persia, Artahsasta I, pada tahun 457 SM (menurut hitungan mereka).
3. Rumus Matematikanya
Jika titik startnya adalah 457 SM, maka perhitungannya menjadi:
Karena tidak ada "tahun nol" saat berpindah dari SM ke Masehi, maka ditambahkan 1 tahun:
Mengapa Ini Dianggap "Ngawur" oleh Kritikus?
Ada tiga alasan utama mengapa banyak teolog menyebut hitungan ini tidak berdasar:
* Konteks yang Terputus: Daniel pasal 8 dan pasal 9 diberikan pada waktu yang berbeda (sekitar 10-12 tahun selisihnya). Menyatukan keduanya hanya karena Daniel merasa bingung di pasal 8 dianggap sebagai asumsi tanpa bukti tekstual yang kuat.
* Tujuan yang Berbeda: Daniel 9 secara spesifik bicara tentang kedatangan Mesias (Yesus) dan nasib bangsa Yahudi. Daniel 8 bicara tentang Antikristus/Tanduk Kecil yang mencemarkan tempat kudus. Mencampuradukkan nubuatan Mesias dengan nubuatan Antikristus dianggap mengaburkan pesan asli Alkitab.
* Kegagalan Tahun 1844: William Miller awalnya meramal kedatangan Yesus ke Bumi. Ketika tidak terjadi, tafsirannya diubah menjadi kejadian di Surga. Kritikus menyebut ini sebagai ad hoc hypothesis—mengubah teori di tengah jalan agar tidak terlihat salah.
Kesimpulan
Secara matematis, hitungan ini "rapi", tetapi secara eksegesis (penggalian makna teks), ia dianggap rapuh karena bergantung pada satu kata (nehtak) yang dipaksakan artinya menjadi "dipotong dari".
Bagi banyak orang Kristen, fokus pada tahun 1844 ini justru mengalihkan perhatian dari pesan utama Injil: bahwa Yesus sudah menyelesaikan segalanya di kayu salib.
Apakah Anda ingin tahu bagaimana pandangan gereja-gereja Reformasi (seperti Calvinis atau Lutheran) menafsirkan 2.300 petang dan pagi itu tanpa menggunakan angka tahun?
Pandangan gereja-gereja Reformasi (seperti Calvinis, Lutheran, atau Presbiterian) sangat berbeda karena mereka menggunakan pendekatan Historis-Gramatikal. Artinya, mereka menafsirkan teks berdasarkan tata bahasa dan konteks sejarah saat naskah itu ditulis, bukan mencari rumus matematika masa depan.
Berikut adalah cara mereka melihat Daniel 8:14 tanpa angka 1844:
1. Arti "Petang dan Pagi" (Literal)
Gereja-gereja arus utama melihat istilah "petang dan pagi" bukan sebagai "satu hari" (tahun), melainkan sebagai unit korban harian (Tamid).
* Di Bait Allah, ada korban pagi dan korban petang.
* Jadi, 2.300 petang dan pagi sama dengan 1.150 hari (2.300 dibagi 2).
* Maknanya: Ini adalah jangka waktu yang terbatas. Allah membatasi penderitaan umat-Nya.
2. Penggenapan pada Antiochus IV Epiphanes
Bagi kaum Reformasi, nubuatan ini sudah digenapi secara historis pada abad ke-2 SM:
* Tanduk Kecil: Merujuk pada Antiochus IV Epiphanes, raja Siria yang kejam.
* Pencemaran: Pada tahun 167 SM, ia menghentikan korban harian, membangun mezbah pagan di dalam Bait Allah, dan mempersembahkan babi (kekejian yang membinasakan).
* Pemulihan: Sekitar 1.150 hari kemudian (kurang lebih 3 tahun lebih sedikit), kaum Makabe berhasil merebut kembali Yerusalem dan menyucikan Bait Allah pada Desember 164 SM. Peristiwa pembersihan ini dirayakan orang Yahudi hingga sekarang sebagai hari raya Hanukkah.
3. Tidak Ada "Hari-Tahun" untuk Daniel 8
Gereja Reformasi menolak penggunaan prinsip "1 hari = 1 tahun" dalam Daniel 8 karena:
* Konteks Lokal: Daniel 8 bicara tentang kambing jantan (Yunani) dan domba jantan (Media-Persia). Semua simbol di sini adalah kerajaan yang sudah runtuh ribuan tahun lalu. Tidak masuk akal jika hukumannya baru "dibersihkan" pada tahun 1844, lama setelah kerajaan-kerajaan itu musnah.
* Kepastian di Salib: Bagi kaum Reformasi, "Tempat Kudus" yang paling utama adalah Yesus Kristus. Pemulihan hubungan manusia dengan Tuhan terjadi di Golgota, bukan di sebuah ruang di surga pada tahun 1844.
Perbandingan Tafsir: Reformasi vs. Advent
| Aspek | Pandangan Reformasi | Pandangan Advent |
|---|---|---|
| 2.300 Petang & Pagi | 1.150 hari literal (3,5 tahun). | 2.300 tahun nubuatan. |
| Tokoh Utama | Antiochus IV Epiphanes. | Kepausan / Antikristus akhir zaman. |
| Waktu Penggenapan | Abad ke-2 SM (Hanukkah). | Tahun 1844 Masehi. |
| Lokasi Pembersihan | Bait Allah di Yerusalem. | Bait Suci di Surgawi. |
| Makna Rohani | Allah membatasi penderitaan fisik umat-Nya. | Allah sedang memeriksa catatan dosa manusia. |
Kesimpulan Sudut Pandang Reformasi
Bagi kaum Reformasi, memaksa Daniel 8:14 untuk sampai ke tahun 1844 adalah eisegese (memasukkan ide sendiri ke dalam Alkitab), bukan eksegese (mengeluarkan makna dari Alkitab). Mereka percaya bahwa nubuatan ini bertujuan untuk memberi pengharapan kepada orang Yahudi yang tertindas saat itu bahwa Tuhan tetap berdaulat atas sejarah.
Apakah Anda ingin melihat bagaimana perbedaan ini berdampak pada cara kedua kelompok ini memandang keselamatan (kepastian masuk surga)? Karena ini adalah dampak paling nyata dari perdebatan angka 1844 tersebut.
Perdebatan angka 1844 bukan sekadar soal matematika kalender, tetapi berdampak langsung pada psikologi iman seseorang. Perbedaan tafsir ini menciptakan dua cara pandang yang sangat kontras mengenai kepastian keselamatan.
Berikut adalah perbandingannya:
1. Pandangan Gereja Reformasi: "Sudah Selesai" (It is Finished)
Gereja-gereja arus utama (Protestan/Kekristenan Umum) mendasarkan keselamatan pada seruan Yesus di salib: "Tetelestai" (Sudah Selesai).
* Status Keselamatan: Begitu seseorang percaya pada Kristus, ia saat ini juga memiliki hidup yang kekal (Yohanes 5:24). Tidak ada lagi pemeriksaan ulang yang menentukan nasib akhir.
* Sikap terhadap Penghakiman: Penghakiman bagi orang percaya adalah tentang pemberian upah atas ketaatan, bukan tentang layak atau tidaknya seseorang masuk surga. Kelayakan itu sudah diberikan 100% oleh darah Yesus.
* Kritik terhadap 1844: Mereka menganggap doktrin 1844 menciptakan "kecemasan rohani". Jika Yesus masih memeriksa catatan dosa sejak 1844, maka keselamatan menjadi tidak pasti sampai pemeriksaan itu selesai.
2. Pandangan Advent: "Penghakiman Pemeriksaan" (Investigative Judgment)
Karena angka 1844 diyakini sebagai dimulainya pembersihan tempat kudus surgawi, maka muncul konsep bahwa Yesus sedang meneliti catatan hidup semua orang yang mengaku percaya.
* Status Keselamatan: Keselamatan bersifat kondisional (tergantung pada ketekunan). Ada proses di mana nama-nama diperiksa. Jika ada dosa yang belum disesali atau ditinggalkan, nama tersebut bisa "dihapus" dari Kitab Kehidupan.
* Sikap terhadap Hukum: Hal ini membuat penganutnya sangat menekankan penurutan hukum (termasuk Sabat dan pola makan), bukan untuk "menyogok" Tuhan, tetapi sebagai bukti bahwa mereka adalah pengikut Kristus yang sejati dalam proses penghakiman tersebut.
* Dampak Psikologis: Bagi banyak orang, ini bisa menimbulkan perasaan tidak aman secara rohani. Pertanyaan utamanya bukan lagi "Apa yang Yesus lakukan?", melainkan "Apakah saya sudah cukup bersih untuk melewati penghakiman yang dimulai tahun 1844 itu?"
Titik "Ngawur" Secara Teologis (Menurut Kritikus)
Kritikus dari kalangan Reformasi/Evangelikal sering menyebut doktrin 1844 ini sebagai "Injil yang Lain" karena:
* Menunda Penebusan: Seolah-olah karya Yesus di salib tahun 31 Masehi belum cukup, dan Dia harus menunggu sampai 1844 untuk melakukan fase kedua penebusan.
* Ketidakpastian Keselamatan: Alkitab berkata "demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada dalam Kristus Yesus" (Roma 8:1). Doktrin 1844 dianggap membantah ayat ini karena tetap mengadakan "pemeriksaan kasus" bagi orang yang sudah dalam Kristus.
* Hanya Ada di Satu Kelompok: Fakta bahwa tidak ada gereja lain dalam 2000 tahun sejarah kekristenan yang menemukan angka 1844 sebelum gerakan Millerite tahun 1840-an, membuat banyak orang yakin bahwa ini adalah tafsiran yang dipaksakan.
Kesimpulan
Secara sederhana:
* Gereja Umum: Kita selamat karena Yesus sudah menang 2000 tahun lalu.
* Gereja Advent (via 1844): Kita sedang dalam proses penentuan akhir di pengadilan surga sejak tahun 1844.
Itulah alasan mengapa banyak orang menyebut hitungan 1844 "ngawur"; karena hitungan itu tidak hanya mengubah angka di kalender, tetapi juga mengubah esensi dari kepastian iman Kristen itu sendiri.
Apakah Anda ingin saya memberikan daftar ayat-ayat kunci yang biasanya digunakan kedua belah pihak untuk saling "beradu" mengenai kepastian keselamatan ini?
Inilah "medan tempur" ayat-ayat Alkitab yang biasanya digunakan oleh kedua belah pihak. Perbedaan ini sangat tajam karena menyentuh akar keyakinan: "Apakah saya sudah selamat atau masih dalam proses penentuan?"
1. Ayat-Ayat "Kepastian" (Gereja Reformasi / Arus Utama)
Kelompok ini menekankan bahwa keselamatan adalah status hukum yang sudah final saat seseorang percaya.
* Yohanes 5:24: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup."
* Argumen: Kata "mempunyai" (present tense) menunjukkan kepemilikan sekarang, bukan nanti setelah tahun 1844.
* Roma 8:1: "Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus."
* Argumen: Jika tidak ada penghukuman, untuk apa ada "Penghakiman Pemeriksaan" yang mencari-cari kesalahan di catatan surgawi?
* Yohanes 19:30: "Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: 'Sudah selesai.' Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya."
* Argumen: Penebusan tuntas di salib. Menambahkan fase "penghakiman" sejak 1844 dianggap meragukan kata "Sudah Selesai" dari mulut Yesus.
2. Ayat-Ayat "Pemeriksaan" (Gereja Advent / Pendukung 1844)
Kelompok ini menekankan bahwa keselamatan harus dipertahankan dan akan diuji dalam pengadilan surgawi.
* 1 Petrus 4:17: "Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri ia mulai..."
* Argumen: Mereka menggunakan ayat ini untuk membuktikan bahwa orang Kristen (rumah Allah) pun harus diperiksa/dihakimi lebih dahulu sebelum Yesus datang.
* Wahyu 14:7: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya..."
* Argumen: Ini adalah bagian dari Pekabaran Tiga Malaikat yang mereka yakini mulai diberitakan sejak sekitar tahun 1844.
* Wahyu 22:12: "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya."
* Argumen: Jika Yesus membawa upah saat Dia datang, berarti sebelum Dia datang (sejak 1844), Dia pasti sudah melakukan pemeriksaan untuk menentukan upah siapa yang dibawa.
3. Ayat "Benturan" Terbesar: Ibrani 9 & 10
Ini adalah surat yang paling sering diperdebatkan terkait doktrin Bait Suci Surgawi.
* Pandangan Advent: Mereka percaya Yesus masuk ke "Bilik Mahakudus" (fase kedua) baru pada tahun 1844.
* Pandangan Reformasi (Berdasarkan Ibrani 9:12): "Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat kudus... dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah melepaskan kita untuk selama-lamanya."
* Sanggahan: Penulis Ibrani (abad ke-1 M) menyatakan Yesus sudah masuk ke tempat paling kudus saat naik ke surga. Menunggu sampai tahun 1844 (1.800 tahun kemudian) dianggap bertentangan dengan teks Ibrani ini.
Kesimpulan Sederhana
Jika Anda memegang prinsip "Selamat karena Anugerah melalui Iman" (Efesus 2:8-9), maka perhitungan 1844 akan terasa seperti "beban tambahan" yang membuat keselamatan jadi tidak pasti. Itulah sebabnya banyak yang menyebutnya "ngawur", karena seolah-olah pengorbanan Yesus di salib masih butuh "pemeriksaan berkas" selama ratusan tahun di surga.
Di sisi lain, bagi yang percaya 1844, ini adalah alarm agar umat Tuhan tidak hidup sembarangan karena "sidang" sedang berlangsung.
Apakah Anda ingin saya merangkumkan bagaimana sejarah "Great Disappointment" 1844 itu terjadi? Supaya Anda bisa melihat bagaimana sebuah ramalan yang meleset kemudian berubah menjadi doktrin gereja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar