Minggu, 06 Oktober 2019

Wacana | Kesepakatan Kerja Sama Guna Kebaikan Hidup Bersama

PENERBITMAJAS.com - Kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan sebuah konsensus nasional antar semua unsur golongan pembentuk bangsa. Sejak tahun 1945 kita telah mengalami banyak naik turun pengelolaan negara dan hubungan antar masyarakatnya.

Memisahkan kehidupan kita sehari-hari dengan hiruk-pikuk perpolitikan tanah air dalam tahun politik saat ini sebetulnya sangat mudah.
Dengan basis kesadaran bahwa kita cukup menjalankan aktivitas kita sehari-hari, dan menyatakan dengan tegas bahwa politik itu sementara, berlaku lima tahun sekali. Dan, selama lima tahun itu kita cukup menjadi pelaku pekerjaan/profesi kita masing-masing.

Bagaimanakah kebijaksanaan pemegang kendali tata negara/masyarakat selama lima tahun itu? Itulah pemenang kontes politik lima tahun sekali. Di sinilah letak keputusan politik kita setiap lima tahun sekali itu. Kita sudah memilih pemimpin negeri ini saat itu. Ini juga partisipasi politik, dan kita punya peran besar dalam pengendalian bangsa ini.

Semoga pilihan politik kita berupa pemberian suara itu betul tidak salah pilih. Di situ letak haluan ke depan mulai saat detik itu. Kita sudah memilih dan sudah mendapatkan keputusan MK terhadap semua suara yang sudah kita berikan guna penentuan nasib bangsa ini. Selebihnya mari kembali ke profesi dan pekerjaan masing-masing. Tanpa perilaku ini semua hiruk pikuk pesta politik dan politik itu sendiri tidak ada guna.

Air mengalir selalu ke tempat lebih rendah? Benarkah demikian? Bagaimana dengan air mancur yang mengalirnya ke atas terlebih dulu baru turun tertarik gravitasi bumi? Yang pasti hari-hari politik akan mencapai muaranya. Kita sudah menyaksikan pelantikan anggota DPR baru, dan akan disusul pelantikan Presiden masa jabatan baru 2019-2024. Dua hal ini cerminan yang terjadi di tataran elit politik negara ini. Bangsa ini pertaruhannya. Dan di dalam bingkai bangsa ini ada rakyatnya, kita semua.

Guna kelanjutan pembangunan untuk mengisi kehidupan kemerdekaan berbangsa dan bernegara sejak 17 Agustus 1945 kita harus dapat bekerja sama antar kita. Seberapa besar pun perbedaan, pasti ada persamaannya. Kalau pun tidak ada persamaan, kita tetap dapat hidup berdampingan secara rukun dan damai senyawa dengan semboyan negara kita "Bhinneka Tunggal Ika". Di sini ada napas kerjasama dan persatuan kita. 

Kerjasama dan bersatu, itu kunci kita membebaskan diri dari cengkeraman penjajah. Itu pun kunci bagi kita untuk membebaskan diri dari cengkeraman penjajah bentuk lain yaitu kemiskinan dan kebodohan. Tidak ada kata lain: Ayo kita bekerja sama. Dapat kita mulai dengan suatu kesepakatan kerja sama.

Tidak ada komentar:

Terbaru