Minggu, 02 September 2018

Relung Kehidupan

Relung adalah kata benda (nomina) dengan pengucapan re·lung. Artinya lekuk atau jeluk (di tanah, di lereng gunung). Makna konotatif relung hati /lubuk hati adalah dalam hati. Relung langit/kolong langit berarti ruang langit. Kata kerja (verba)-nya merelung (baca: me·re·lung) berarti berkeluk; berjeluk; berbentuk seperti kubah. Karena dapat berfungsi konotatif maka dapat muncul kalimat "Di relung hatiku ada kehidupanmu, Seperti di relung hatimu ada kehidupanku. Kehidupan di dua relung hati kita sama-sama suburnya. Banyak zat gizi kehidupan menumbuhsuburkannya." Hal ini sangat penting diketahui bahwa di dalam relung bukan hampa kehidupan, tapi penuh instrumen untuk syarat tumbuhnya kehidupan. Setidaknya sesuai dengan pengertian ilmiah bahwa Relung (niche), dalam ekologi merujuk pada posisi unik yang ditempati oleh suatu spesies tertentu berdasarkan rentang fisik yang ditempati dan peranan yang dilakukan di dalam komunitasnya. Kata "relung" mulai mendapat arti ilmiah pada 1933 oleh Charles Sutherland Elton ahli ekologi yang mempelajari ekologi komunitas dan populasi, bahwa, "relung suatu organisme adalah mode kehidupan organisme itu dalam hal peran atau profesinya dalam suatu komunitas manusia." Konsep modern relung dicetuskan G. Evelyn Hutchinson ahli zoologi, pada 1957 bahwa, "Relung merupakan cara-cara di mana toleransi dan kebutuhan berinteraksi guna mendefinisikan kondisi dan sumber daya alam yang dibutuhkan individu atau suatu spesies dalam menjalankan kehidupannya. Ada cara yang tepat dari organisme untuk menyelaraskan diri dengan lingkungannya. Sementara habitat merupakan pemaparan tempat organisme dapat ditemukan, relung merupakan pertelaan lengkap bagaimana suatu organisme berhubungan dengan lingkungan fisik dan biologisnya. Ekologi individu mencakup variabel biotik (makhluk hidup yang mikro maupun makro) dan abiotik (benda tidak hidup baik yang mikro maupun makro). Relung menentukan bagaimana spesies memberi tanggapan terhadap ketersediaan sumberdaya hidup dan eksistensi pesaing dan pemangsa dalam ekosistem.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

alhamdulillah akhirnya karyaku terbit juga