Rabu, 12 September 2018

Nada Tanpa Suara

Nada adalah bunyi yang beraturan, dan memiliki frekuensi tunggal tertentu. Dalam teori musik, setiap nada memiliki tinggi nada atau tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nadapatokan. Bunyi atau suara adalah pemampatan mekanis atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara. Dengan demikian setiap nada adalah bunyi, karena nada adalah bunyi yang beraturan. Lalu apakah setiap bunyi adalah nada atau setiap bunyi memiliki nada? Pertanyaan demi pertanyaan dapat susulo-menyusul seiring keinginan orang untuk bermain-main dengan makna atau bermain-main dengan kata. Hal ini akan menimbulkan sensasi. Sesungguhnya sensasi memang dapat tercipta melalui permainan makna, kata, nada, bunyi, gambar, lukisan, dan lain sebagainya. Kontekstual dalam buku ini, "Nada Tanpa Suara" sebagai judul buku diambil dari salah satu judul cerpen dari beberapa cerita pendek yang terkumpul di sini. Membaca judulnya saja terasa imajinasi liar dan sebuah misteri yang mencipta kemendayuan dan kemistisan. Bagaimana mungkin ada nada tanpa suara, sedangkan nada adalah bagian dari suara atau bunyi? Hh, mengerikan. Sedangkan cerita-cerita lain pun beraroma senapas. Namun untuk lebih rincinya lebih baik kita baca sampai tuntas untuk menjawab keingintahuan pembaca.

Tidak ada komentar: