Rabu, 22 Agustus 2018

Angin dan Daun


Mereka adalah guru yang setiap harinya bergelut dengan pendidikan, pembelajaran dan pengajaran guna mencerdaskan kehidupan bangsa. Anak-anak bangsa generasi penerus masa depan yang lebih baik berada di dalam tanggung jawab mereka. Berbagai metode ajar mereka –para guru ini- miliki. Tidak ada yang berangkat dari kekosongan. Immanuel Kant filsuf bapak modernitas dunia yang konon tidak pernah bepergian lebih dari 20 kilometer kota tempatnya berada di Prusia –yang di kemudian hari menjadi wilayah Uni Soviet- memang logis mengandalkan pemikiran dan hati nuraninya dalam merumuskan tulisan-tulisan filsafati tingkat dunia. Namun pengakuan Immanuel Kant mencengangkan bahwa pengalaman juga merupakan bagian yang sama pentingnya dengan pemikiran. Dengan demikian bertemulah dua arus besar pemikiran sejak zaman Plato versus Aristoteles. Plato yang lebih mementingkan pemikiran (ide) sedangkan Aristoteles yang lebih mementingkan pengalaman. Kedua hal ini sama pentingnya, ternyata, hingga muncul pemikiran Immanuel Kant yang justru membuka tabir kegelapan zaman pertengahan menjadi-masuk-terjun ke dunia modern dengan revolusi industri zaman pencerahan. Sapere Aude! Pengalaman dan pemikiran keempat guru Indonesia dalam buku ini mewakili pola pertarungan dua hal penting itu. Dan mengejawantah untuk pendidikan/pembelajaran buat anak didik. Dalam buku ini terefleksi melalui cerpen (cerita pendek) masing-masing.

Tidak ada komentar: