Minggu, 26 Agustus 2018

Rona Hidup

Pendekatan untuk sebuah karya sastra baik tunggal maupun kumpulan, saat ini, dapat dilakukan dari segala sisi dan sudut. Ketika kaum klasik berupaya melakukan pendekatan pembacaan dengan cara strukturalis, mereka mencoba melepaskan karya dari semua unsur ekstrinsik sastra. Alih-alihnya, pembahasan secara intriksik dilakukan habis-habisan menyoal semua unsur karangan intriksik demi capaian logis antar unsur baik dari segi bahasa, bentuk karangan maupun logika isi. Metode ini bagus untuk suatu kebutuhan menghidupkan karya sastra sebagai karya mandiri sebagai sebuah "kesatuan organisme sendiri". Namun pada saat bersamaan mencabut "kehidupan organisme" semua unsur berpengaruh bagi lahirnya karya sastra itu, termasuk kehidupan organisme pengarangnya. Betapa tidak, karya strukturalis tidak mau membahas unsur sosiologi sastra, psikologi sastra, kontekstual sastra dan sebagainya yang tidak berbau struktur isi. Dalam kata lain karya sastra menjadi anti sosial terhadap segala di luarnya. Pendekatan semacam ini jelas tidak akan kita pakai untuk membahas karya buku karya Emi Sudarwati ini yang merupakan kumpulan banyak karyanya yang sudah diterbitkan dalam antologi bersama penulis lainnya. Justru dengan pembahasan non strukturalis terhadap karya-karya Emi kita menemukan manfaat begitu besar terhadap karya sastra ataupun apapun karya yang dapat dimasukkan dalam wilayah bersastra. Emi yang guru SMP, pejuang literasi di sekolah dan daerahnya, pemenang tingkat nasional lomba inovasi pembelajaran, dan pengaruhnya yang begitu meluas dalam dunia penerbitan karya guru-guru lain se-Indonesia dalam wadah patungan buku inspiratif, dan segtumbuk "portofolio" yang mengukuhkan pembahasan karya sastra memang tak seharusnya dilepas dari semua unsur non-strukturalis yang lebih bersifat teknis.

Judul Buku: Rona Hidup: Kumpulan Cerpen dan Puisi 

Pengarang: Emi Sudarwati 

ISBN: 978-602-51244-8-8

Tidak ada komentar: