Minggu, 26 Agustus 2018

AKU DAN PAK TUA SEPASANG MATA BOLA

Silsilah atau pohon keluarga bermanfaat penting untuk melacak jejak keturunan, berlaku di segala peradaban/kebudayaan. Berbagai kitab suci agama-agama yang ada di dunia mencantumkan silsilah para nabinya, bahkan sebagian di antaranya melanjutkan hingga silsilah para manusia zaman sekarang. Manfaatnya bukan hanya dari sisi biologis namun juga dari sisi ideologis, menciptakan terminologi adanya anak-anak biologis dan adanya anak-anak ideologis. Pesan moral yang dekat dengan sisi anak ideologis adalah adanya anak bukan biologis –bukan anak sendiri- tidak menghalangi kasih sayang tercurah. Di sini kasih sayang dan ilmu pengetahuan dapat ditransfer untuk diberlangsungkan kelestariannya dari masa ke masa. Bagi subjek anak yang bersangkutan, pencarian jati diri sebagaimana umumnya manusia lumrah. Bagaimanapun ada orang tua yang melahirkannya, ada orang tua yang merawatnya, dan ada orang tua yang peduli dan mengasihinya. Biasanya ada problematika penyebab seorang anak terlepas dari orang tuanya yang sesungguhnya. Biasanya pula bermunculan berbagai praduga terhadap segala sesuatu yang muncul baik yang negatif maupun positif. Membaca novel ini sangat baik untuk menyeimbangkan berbagai pemikiran, dan memberi hikmah agar kita tidak mudah untuk menghakimi seseorang. Manusia memang makhluk yang kompleks, tidak patut diperlaukan secara hitam-putih. Di sinilah terjadi dialektika internal guna pendewasaan seseorang sesuai dengan satu marwah dari karya sastra.

Tidak ada komentar: