AKU dan HUJAN


AKU DAN HUJAN: Puisi Kurnia dan Hasanah Penyair: Kurnia Suhardi & Hasanah Kurniadi ISBN: 978-602-5958-65-6 Cetakan Pertama, Desember 2018 Ukuran: 14x20 cm Tebal: 56 hlm

KONSEP DIRI REMAJA


KONSEP DIRI REMAJA (Dikembangkan dengan Metode Outdoor dan Fun Games Activities Trainning) Penulis: Kustanti Prasetyaningtyas, S.Pd.,Kons. ISBN: 978-602-5958-26-7 Cetakan Pertama, November 2018 Ukuran: 14x20 cm Tebal: 56 hlm

SEKOLAH BARUKU: KUMPULAN PUISI


SEKOLAH BARUKU: KUMPULAN PUISI Penyair: LILIS NUHRIAH ISBN: 978-602-6346-90-2 Cetakan Pertama, Desember 2018 Ukuran: 14x20 cm Tebal: 56 hlm

Keagungan Tuhan: Kumpulan Puisi


Keagungan Tuhan: Kumpulan Puisi
Penyair: Ni Nengah Suci
ISBN: 978-602-6346-93-3

Cetakan Pertama, Desember 2018
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: 56 hlm

Sabda Alam



Sabda Alam GEOPARK CILETUH PALABUHANRATU: Antologi Puisi Penyair: ROHMAH ISBN: 978-602-5958-27-4 Cetakan Pertama, November 2018 Ukuran: 13x19 cm Tebal: 56 hlm

CAWAN HATI



CAWAN HATI
Penyair: Beni Setyorini
ISBN: 978-602-5958-33-5
Cetakan Pertama, Desember 2018
 Ukuran: 14x20 cm
 Tebal: 56 hlm

NYANYIAN BIDADARI



NYANYIAN BIDADARI: KUMPULAN PUISI
Penyair: Nono Warnono
ISBN: 978-602-53421-2-7

Cetakan Pertama, Desember 2018
Ukuran: A5
Tebal: 200 hlm

PETUALANGAN SISWA INDIGO: Sebuah Novel


PETUALANGAN SISWA INDIGO: Sebuah Novel
Pengarang: Emi Sudarwati
ISBN: 978-602-53421-1-0

 Penerbit: Majas (Kelompok Penerbit Majas)
Cetakan Pertama, Desember 2018
 Ukuran: A5 Tebal: 200 hlm

Bedah Buku: 10 JUDUL BUKU KARYA SMPN 1 BOJONEGORO



Bedah 10 Judul Buku Karya SMPN 1 Bojonegoro Senin 3 Desember 2018 Pk 10.30-12.00 di aula SMPN 1 Bojonegoro.
Bedah buku oleh: Yonathan Rahardjo

Pelatihan Menulis: TEKNIK MENULIS DAN MENGEDIT



Workshop Menulis SMPN 3 Sampang Madura, Sabtu-Minggu 24-25 Februari 2018.
Materi oleh Yonathan Rahardjo

Pelatihan Menulis: MENULIS MUDAH #Video 1-6


Pelatihan Menulis: MENULIS MUDAH
Dilatih oleh Yonathan Rahardjo secara langsung dalam MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Indonesia se-Kabupaten Bojonegoro di Aula Lantai II SMPN 1 Bojonegoro, Selasa 11 Desember 2018

Pelatihan Menulis: MENULIS MUDAH



Pelatihan Menulis: MENULIS MUDAH
Dilatih langsung oleh Yonathan Rahardjo dalam MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Indonesia se-Kabupaten Bojonegoro di Aula Lantai II SMPN 1 Bojonegoro, Selasa 11 Desember 2018

MATAHARI MASIH BERSINAR

Penulis menyusun Kumpulan Cerpen yang tentang PPK ini untuk memperkaya khasanah bacaan di lingkungan siswa pendidikan dasar. Dengan harapan agar siswa yang masih berada di tingkat pendidikan dasar memiliki karakter asli bangsa Indonesia yang religius, sopan, disiplin, tanggung jawab, gotong royong dan toleransi.

Judul Buku: MATAHARI MASIH BERSINAR (Kumpulan Cerpen Penguatan Pendidikan Karakter)

Penulis: Sri Wahyuningsih

ISBN: 978-602-6346-85-8

AKU TAK INGIN JADI AKU: Sebuah Novel



AKU TAK INGIN JADI AKU: Sebuah Novel
Pengarang: Sri Wanito
ISBN: 978-602-5958-57-1

Cetakan Pertama, Desember 2018
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: 56 hlm


AKU DAN HUJAN: Puisi Kurnia dan Hasanah

Puisi duet tercatat dalam blantika kepenyairan secara manis, semanis kisah cinta Romeo-Juliet, Rara Mendut-Pranacitra, Rara Jonggrang-Bondowoso dan sebagainya kisah cinta dua anak manusia yang terjerat panah asmara Dewi Eros. Dalam kepenyairan modern puisi duet juga dijumpai seperti Biru-Jingga karya dua penyair Probolinggo sebagai upaya mengabadikan kisah cinta mereka meski pada puisi itu dan buku selanjutnya belum berakhir dalam satu persatuan pasangan.

Pameran dan Bedah 10 Judul Buku Majas Karya SMPN 1 Bojonegoro



1. SMPN 1 Bojonegoro Launching Buku & Pameran Produk Karya Siswa,Guru & Karyawan.(Senin 3 Desember 2018)


2. Bedah Buku : SMPN 1 Bojonegoro Menembus Batas Kepengarangan & Literasi untuk Indonesia & Dunia. (Senin 3 Desember 2018)

Cita-Cita Harus Diperjuangkan: Bunga Rampai Esai



Dalam pendidikan, menghadapi Revolusi Industri 4.0 tentu bukan hal mudah. Sederet hal perlu dipersiapkan, misalnya saja dengan mengubah metode pembelajaran dalam dunia pendidikan yang ada saat ini. Negara perlu mengubah tiga hal dari sisi edukasi. Yang paling fundamental adalah mengubah sifat dan pola pikir anak-anak zaman sekarang. Selanjutnya,

Arti Kebaikan: Bunga Rampai Cerita Pendek


Konsep 'KKN' guna suatu kemajuan di zaman sekarang adalah komunikasi, kolaborasi, dan networking bukan seperti zaman dulu di mana KKN berarti negatif kolusi, korupsi, dan nepotisme. Teknologi akan selalu berubah. Dan pada saat ini kita berada pada masa Revolusi Industri 4.0. Mungkin selanjutnya ada revolusi terbaru lagi. Butuh bekal dalam menghadapi sistem terbaru dalam dunia pendidikan sehingga terbentuk sumber daya andal.

Buku Inspirasiku: Bunga Rampai Puisi


Segala sesuatu tidak ada yang semata-mata jatuh dari langit, mesti ada usaha dan doa. Dengan memperhalus budi pekerti dan jiwa, maka semakin lengkaplah senjata bagi para siswa untuk menghadapi tantangan ke depannya secara penuh harapan dan moralitas dan jiwa berintegritas pada kebaikan. Nilai-nilai kebaikan ini patut terus disemai, dipupuk, diperjuangkan, dikembangkan dan dipelihara sejak dini.

Pelayanan Prima Publik dan Sekolah: Bunga Rampai Esai


Dalam pendidikan, menghadapi Revolusi Industri 4.0 tentu bukan hal mudah. Sederet hal perlu dipersiapkan, misalnya saja dengan merubah metode pembelajaran dalam dunia pendidikan yang ada saat ini. Negara perlu mengubah tiga hal dari sisi edukasi. Yang paling fundamental adalah mengubah sifat dan pola pikir anak-anak zaman sekarang. Selanjutnya,

Pahlawan Pejuang Tanpa Batas


Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani. Keteladanan pahlawan adalah perihal sifat pahlawan (seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan). Kata pahlawan berasal dari bahasa Sansekerta phala-wan. Arti dari istilah Sansekerta tersebut adalah orang yang dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, Negara dan agama.

Kepahlawanan



Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani. Keteladanan pahlawan adalah perihal sifat pahlawan (seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan). Kata pahlawan berasal dari bahasa Sansekerta phala-wan. Arti dari istilah Sansekerta tersebut adalah orang yang dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, Negara dan agama.

Keteladanan Pahlawan


Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani. Keteladanan pahlawan adalah perihal sifat pahlawan (seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan). Kata pahlawan berasal dari bahasa Sansekerta phala-wan. Arti dari istilah Sansekerta tersebut adalah orang yang dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, Negara dan agama.

Jejak Langkah Pahlawanku


Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani. Keteladanan pahlawan adalah perihal sifat pahlawan (seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan). Kata pahlawan berasal dari bahasa Sansekerta phala-wan. Arti dari istilah Sansekerta tersebut adalah orang yang dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara dan agama.

Revolusi Industri 4.0 bagi Kita: Bunga Rampai Esai


Pada Revolusi industri generasi pertama tenaga manusia dan hewan digantikan dengan tenaga mesin. Pada revolusi industri generasi kedua pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam memicu muncul pesawat telepon, mobil, pesawat terbang, dan lain-lain yang mengubah wajah dunia secara nyata. Pada revolusi industri generasi ketiga muncul teknologi digital dan internet. Pada revolusi industri generasi keempat

Pilar Pendidikan Menuju Generasi Emas


Pendidikan dapat digolongkan dalam berbagai jenis. Penggolongan itu tergantung kepada dari mana kita melihatnya. Dilihat dari tempat berlangsungnya pendidikan, maka Ki Hajar Dewantara, membedakan menjadi tiga dengan sebutan Tri Pusat Pendidikan (Ahmadi, 1991) yaitu: Pendidikan dalam keluarga (pendidikan informal), pendidikan dalam sekolah (pendidikan formal), dan pendidikan di dalam masyarakat (pendidikan non formal). Sedangkan

Temu Penulis dan Penerbit Perpustakaan Daerah Jawa Timur

Penerbit Majas Group merupakan satu dari sepuluh penerbit di Jawa Timur yang diundang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur dalam acara Temu Penulis dan Penerbit Jawa Timur Tahun 2018 di Harris Hotel Surabaya tanggal 25-26 September 2018. Acara temu penulis dan penerbit ini dihadiri oleh 120 orang yang terdiri dari penerbit-penerbit termasuk pengurus dan anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Cabang Provinsi Jawa Timur, Komunitas penulis Pena Jawatimuran, beberapa penulis lokal Jawa Timur, serta perwakilan dari Dinas Perpustakaan se-Jawa Timur.

Kaca Guru


Ada tiga kata bersaudara yaitu kaca, cermin dan lensa. Ketiganya terbuat dari kaca dan semua dapat dipakai untuk berkaca. Kaca dapat untuk mengaca diri sendiri meski tidak sejelas cermin. Kaca juga dapat untuk meneropong luar diri meski untuk membesarkan atau mengecilkan butuh kaca lensa. Saat kaca menjadi cermin kaca butuh tambahan perlakuan dengan tambahan lapisan sehingga dapat secara sempurna menangkap dan memantulkan objek yang bercermin.

Aku dan Muridku Kumpulan Puisi 5 Bahasa Indonesia – Jawa – Inggris – Jerman – Jepang


Bagi seorang guru, puisi bukan sekedar pencarian estetika guna mencapai puncak-puncak karya yang lazim dilakukan oleh para penyair.
Penyair adalah sastrawan yang mendedikasikan seluruh hidupnya guna berkarya puisi sebaik-baiknya. Sedangkan guru adalah seorang pendidik yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk mencerdaskan murid-muridnya guna kehidupan lebih baik.
Logis ada guru sekaligus penyair dengan kategori ideal. Namun hal bersifat memenuhi azas manfaat dalam kehidupan juga merupakan hal penting. Mengedepankan peran sebagai penyair atau pendidik adalah sebuah pilihan dengan konsekuensi-konsekuensi pula.
Dengan dedikasi seumur hidup seorang pendidik pada dunia pendidikan, jelas guru yang penyair lebih unggul pen-guasaan tema dan isi puisinya tentang pendidikan juga hubungan guru-murid.
Kata dan puisi adalah anak kandung penyair. Sedangkan murid adalah anak kandung seorang guru. Inilah dasar utama tentang penguasaan materi yang dipuisikan oleh guru dengan tema hubungan guru-murid.
Dengan membaca puisi-puisi 26 orang guru Indonesia dalam lima bahasa yang terkumpul dalam buku ini, sangat jelas tergambar hal ini.
Buku "Aku dan Muridku" memang buku memenuhi kai-dah ini. Pembaca dijamin sangat beruntung dengan membaca puisi-puisi yang dihimpun Emi Sudarwati, S.Pd. dalam buku yang sangat penting dalam sejarah kepenulisan Guru Indonesia, buku rangkaian ke sekian yang telah berhasil diterbitkan oleh Emi bersama teman-teman guru/pendidik kita.
Selanjutnya dengan buku ini kita diingatkan tentang dua arus besar seni dan kemanusiaan universal versus seni dan kerakyatan. Humanisme universal vs seni kerakyatan, yang tampak dalam perwujudan karya seninya. Seperti antara seni abstrak vs seni realis. 
Kebanyakan orang terseret dalam seni abstrak, padahal seni tak berpihak. Puisi tak harus abstrak. Puisi yang nyata sungguh ada dan jadi napas perjuangan. Terimakasih kepada penulis buku puisi “Aku dan Muridku” yang telah membuka memori tentang dua arus besar seni sastra/rupa tadi.
Hormat penerbit untuk Bu Emi dan kawan-kawan yang telah berdiri menyuarakan seni adalah perjuangan nyata. Ya, sebagaimana seni puisi tidak harus realis guna mencapai kedalaman isi dan makna puisi, seni puisi pun tidak harus abstrak agar perjuangan kita menjadi nyata.

Judul Buku: Aku dan Muridku Kumpulan Puisi 5 Bahasa Indonesia – Jawa – Inggris – Jerman – Jepang 

Pengarang: GURU INDONESIA 
Emi Sudarwati - Siti Mukaromah 
Siti Mutawarridah - Amin Suprihatin 
Beni Setyorini - Hanas Caturiansyah 
Nety Puspitasari - Nurin Nuzulia 
Retyo Yuli Pancaiswati - Betty Asmoro 
Wanti Sila Sakti - Ida Lestari 
Pajar Intan - Alfiah Ariswati 
Aprilia Susanti - Asih Putri Utami 
Budi Prihartini - Dian Rahmawati 
Dinatma Mahardika - Dwi Eko Susilowati 
Febtika Reysne - Hilmin Dwi Astuti Pranoto - Sri Yuni Karnawati 
Wiwik Hariyati - Yuli Ika Lestari 

ISBN: 978-602-61947-2-5

Metode Demonstrasi Meningkatkan Keterampilan Pengambilan Ukuran


Karya penelitian yang menjadi dasar penerbitan buku ini berjudul “PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMPRAKTIKKAN PENGAMBILAN UKURAN PADA SISWA KELAS VIII-H SMP NEGERI 3 SAMPANG SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2017-2018”. Kejelian penerbit untuk menyebarluaskan karya-karya penelitian merupakan panggilan khusus setelah melihat banyak karya penelitian tersimpan dan tersusun pada rak-rak perpustakaan. Sementara isi dari karya-karya penelitian itu sangat penting dan besar manfaatnya bagi pembaca secara umum. Tak terkecuali karya penelitian yang pada prinsipnya mendidik siswa sanggup membuat pola pakaian sendiri ini, yang merupakan bagian integral dalam kehidupan manusia yang membutuhkan pakaian untuk kehidupan sehari-hari. Memang tidak mungkin semua siswa nantinya menjadi penjahit, desainer atau industri pakaian. Apa pun dan bagaimana pun keterampilan ini sangat penting. Bisa jadi kebutuhan ini dapat diterapkan pada saat mendesak membutuhkan pakaian dan harus ditangani sendiri. Selebihnya merupakan aplikasi dari pendidikan yang memberdayakan manusia menjadi seutuhnya manusia baik dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Ya, setiap pendidikan mempunyai manfaat besar baik secara khusus maupun secara umum. Dengan hadirnya metode pembelajaran secara demonstrasi dalam pembelajaran pembuatan pola pakaian baik pada lelaki dewasa, perempuan dewasa dan anak-anak, pasti ada yang suatu saat menekuni bidang ini guna memenuhi kebutuhan hidup dan secara umum prinsip ilmunya dapat diterapkan oleh semua siswa tanpa pandang bulu.

Judul Buku: METODE DEMONSTRASI MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENGAMBILAN UKURAN

 Penulis: ST. MAFTUHA, S.Pd.

 ISBN: 978-602-5958-01-4

Nada Tanpa Suara

Nada adalah bunyi yang beraturan, dan memiliki frekuensi tunggal tertentu. Dalam teori musik, setiap nada memiliki tinggi nada atau tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nadapatokan. Bunyi atau suara adalah pemampatan mekanis atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara. Dengan demikian setiap nada adalah bunyi, karena nada adalah bunyi yang beraturan. Lalu apakah setiap bunyi adalah nada atau setiap bunyi memiliki nada? Pertanyaan demi pertanyaan dapat susulo-menyusul seiring keinginan orang untuk bermain-main dengan makna atau bermain-main dengan kata. Hal ini akan menimbulkan sensasi. Sesungguhnya sensasi memang dapat tercipta melalui permainan makna, kata, nada, bunyi, gambar, lukisan, dan lain sebagainya. Kontekstual dalam buku ini, "Nada Tanpa Suara" sebagai judul buku diambil dari salah satu judul cerpen dari beberapa cerita pendek yang terkumpul di sini. Membaca judulnya saja terasa imajinasi liar dan sebuah misteri yang mencipta kemendayuan dan kemistisan. Bagaimana mungkin ada nada tanpa suara, sedangkan nada adalah bagian dari suara atau bunyi? Hh, mengerikan. Sedangkan cerita-cerita lain pun beraroma senapas. Namun untuk lebih rincinya lebih baik kita baca sampai tuntas untuk menjawab keingintahuan pembaca.

Ngudag Kalangkang

Rahmat datang tanpa dikejar karena merupakan hadiah dari Tuhan. Untuk pekerja, rupiah harus dikejar karena bukan bayangan dan merupakan pembayaran atas kerja. Keterampilan menulis juga bukan bayangan, maka ia dapat dikejar. Seperti bayang-bayang badan, rahmat-karunia-anugerah-hadiah akan mengikuti kepada pun kita pergi, apa pun pergerakan kita, apa pun pilihan hidup kita. Bayang-bayang sepanjang badan tak pernah lepas. Namun kita sering mengejar bayangan yang tidak jelas. Dalam mengejar cita-cita yang terukur sesuai minat-bakat-kemampuan kita, kita tidak mengejar bayangan yang tidak jelas. Pendataannya akurat karena ada fakta di depan mata. Paling populer dalam kehidupan adalah soal mengejar cinta. Yang belum menggenggam cinta masih punya waktu untuk mengejar cintanya, yang sementara ini masih berupa bayangan. Yang sudah memiliki cinta alangkah baiknya tidak menggenapi peribahasa "Mendengar guntur di langit, air setempayan ditumpahkan". Mengejar bayangan apakah yang dimaksud dalam buku berbahasa Sunda ini? Bagaimana ceritanya?

PENGGUNAAN RAHMAT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA


Di sini Rahmat merupakan singkatan dari Sejarah Matematika. Makna aslinya rahmat itu pemberian/kasih karunia dari Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan Sejarah adalah kejadian yang terjadi pada masa lampau yang disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa. Peninggalan-peninggalan itu disebut sumber sejarah. Dalam bahasa Inggris, kata sejarah disebut history, artinya masa lampau; masa lampau umat manusia. Sejarah matematika untuk menghayati matematika sendiri, itulah semangat isi buku ini. Guna menghayati hal itu, kita cari pembandingnya pada hal yang sangat dekat dengan kita di Indonesia. Semua golongan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia, saat ini masing-masing merasa punya andil sebagai bagian sejarah NKRI. Kalau daerah-daerah di NKRI tak punya sejarah yang sama sebelum Proklamasi, NKRI bisa tidak sebesar ini. Karena menghayati sejarah NKRI maka semua golongan itu mau terlibat dalam NKRI. Contoh lain, bergiatnya aktivis di suatu lembaga keagamaan bertujuan utama melayani-Nya lebih sungguh karena Tuhan lebih dulu melayaninya. Bila penguasaan materi sejarah lembaga dipakai sebagai metode menggertak sisi afektif agar penjiwaan pelayanan, rasanya lebih bagus daripada menggertak sisi kognitifnya. Tinggal berikutnya sisi psikomotoriknya ditunggu, agar kepedulian pada keberlanjutan lembaga berlanjut lebih dari romantisme sanguin apalagi positivisme melankolik. Hal yang sama berlaku untuk pembelajaran matematika. Selanjutnya kesadaran berjamaah dapat diraih dengan pembelajaran berjamaah. Perbedaan nilai antarindividu pasti terjadi. Yang penting setiap peserta didik lulus mencapai nilai standar kelulusan. Minimal mulai dari nilai lulus minimum. Kalau bisa nilai kelulusan maksimum.

Judul Buku: PENGGUNAAN RAHMAT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA

Penulis: Made Sri Yuli Astuti, S.Pd. M.Pd.

ISBN: 978-602-5958-13-7

Yang Telah Terkubur

Yang telah terkubur di dalam ternyata sulit terlupakan. Bisa jadi yang telah terkubur itu hidup lama dengan cara-caranya yang kadang baik untuk cermin kehidupan. Melihat yang terkubur menimbulkan banyak pertanyaan. Dari semua pertanyaan mesti ada konklusi filosofis dan praktis. Preferensi yang bersangkutan akan ikut menentukan hikmat makrifat perenungan ini. Berputar-putar secara pemahaman untuk mengumpulkan hasil penginderaan, tentu akan berhasil guna. Ketika bencana alam terjadi dan kemalangan mendera korban, barangkali saat itu timbul belas kasihan. Kalau korban itu orang yang kita kenal, rasa itu semakin bernuansa duka. Bila korban lebih dalam hubungan batin dan darah, mungkin kita tak mampu berkata apa-apa. Apa dan bagaimana yang dimaksud dengan Yang Telah Terkubur dalam buku ini?

Judul Buku: Yang Telah Terkubur: Kumpulan Cerpen 

Pengarang: En Henri Sinaga 

ISBN: 978-602-6346-69-8

Pembelajaran Kooperatif Make a Match Tingkatkan Hasil Belajar IPS

Bekerja kooperatif salah satunya membuat sesuatu yang cocok untuk kebersamaan. Sesuatu yang cocok untuk kebersamaan pada saat ini sudah didominasi oleh sesuatu untuk kepentingan bersama. Bila kepentingan bersama tidak terfasilitasi, butuh kendali agar masing-masing pihak dapat menahan diri agar tidak terjadi eskalasi ketegangan. Dalam kerjasama untuk hal yang cocok bersama, kebebasan sering harus diuraikan lagi konsepnya. Geger yang dapat timbul dalam kerja bersama dapat dicegah demi mengingat resikonya. Bagaimana kita mempraktikkan semua itu secara sehat? Kita akan segera tahu setelah membaca buku Konsepsi tentang itu sangat pentingnya sehingga tidak terjadi miskonsepsi, apalagi terhenti hanya sampai prekonsepsi, terlebih akonsepsi tentang bekerja secara kooperatif yang diterapkan guna menerapkan hidup bersosial untuk suatu tujuan menguasai ilmu-ilmu sosial sebagai salah satu contoh praktis. Bukan sekedar mengfhafal peristiwa-peristiwa sosial seperti metode pendidikan pada zaman dulu tapi pada memaknai peristiwa-peristiwa dan masalah sosial yang ada.

Judul Buku: Pembelajaran Kooperatif Make a Match Tingkatkan Hasil Belajar IPS

Penulis: Hj. Arofah, M.Pd.

ISBN: 978-602-5958-12-0

KETIKA BERSAMANYA

Ketika bersamanya, semua peristiwa, wacana dan suasana terasa benar itu fakta. Ketika perpisahan sudah saling menjauhkan, semua tinggal kenangan tentang fakta. Sedangkan fakta terus berubah sesuai dengan siapa pelakunya. Dalam kebersamaan, sistem yang diterapkan berbeda-beda antar tiap entitas. Entitas adalah sesuatu yang memiliki keberadaan yang unik dan berbeda, walaupun tidak harus dalam bentuk fisik.

GAME BOARD HISTORY

Matahari terbit dari timur. Timur dapat diartikan timbulnya umur. Berarti awal atau dalam bahasa Jawa wiwitan. Wetan adalah istilah bahasa Jawa untuk timur. Sejarah dimulai dari permulaan ya awal ini, dikonotasikan dengan kalimat sejarah dimulai dari terbitnya matahari di sebelah timur. Guna menyusun kronologis sejarah dapat menggunakan media bantu apa pun. Dalam buku ini kita menggunakan alat bantu papan permainan. Sedang metodenya jelas seperti game atau permainan. Game adalah simulasi atau praktik dalam bentuk miniatur. Pada zaman Orde Baru dulu dikenal Simulasi P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Seperti itulah contohnya game untuk mata pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) atau kemudian disebut Pendidikan Kewarganegaraan setelah Orde Reformasi. Pada tahun 1970-1980-an pelajaran sejarah lebih menekankan tahun demi tahun peristiwa penting bangsa. Mari kita lihat pada kurikulum sekarang apakah pelajaran sejarah sudah beda penekanannya? Jangan-jangan sama sejak dulu bukan menekankan tahun penting tapi itu hanya "kreativitas" gurunya. Buku-buku sejarah yang banyak dipakai sekolah adalah contoh buku sesuai kurikulum. Ternyata kurikulum mata pelajaran sekarang berbeda dengan kurikulum zaman dulu. Dulu menekankan hafalan peristiwa sejarah, sekarang menekankan pemaknaan peristiwa sejarah. Pemaknaan peristiwa sejarah ini terkait keterampilan berpikir seperti mengumpulkan data, mengevaluasi, menganalisa, menyimpulkan hal terkait peristiwa kesejarahan. Ada pun berdasar jenjang kelas, pembelajaran sejarah masih berbeda metode. Jenjang SD masih berdasar tema, SMP melebur dalam IPS, SMA sudah ilmu sejarah menyeluruh yang sesungguhnya. Maksud pelajaran sejarah untuk SD masih berdasar tema adalah pelajaran sejarah (yang di SMP masuk IPS) masuk dalam mapel pengetahuan umum (mapel IPS dan IPA yang di SMP diajarkan terpisah, di SD menjadi satu di Pengetahuan Umum).

Judul Buku: GAME BOARD HISTORY: INOVASI PEMBELAJARAN GURU ABAD-21

Penulis: WULAN DWI ARYANI, M.Pd.

ISBN: 978-602-5958-04-5

KESEHATAN GULA DARAH DAN TEKANAN DARAH

Sebagai Karunia Tuhan untuk tubuh kita, keberadaan gula darah dan tekanan darah sangat penting dalam tubuh kita. Keduanya tetap berpotensi normal kondisi dan fungsinya, meski banyak variabel dan faktor yang dapat menjadikannya tidak normal. Dengan tumbuh sehat kita dapat makan secara normal, makanan yang penting untuk kesehatan tubuh. Untuk konteks gula darah dan tekanan darah, sempurna adalah standar terbaik gula darah dan tekanan darah. Kondisi sehat adalah nilai dalam rentang dari kadar normal minimum dan maksimum (ambang batas normal). Di bawah itu atau di bawah itu, apakah orangnya langsung tidak bisa hidup? Ada banyak kondisi lain yang dapat membuat orangnya bertahan hidup. Sekali lagi itu juga Karunia Tuhan, karena Kasih Karunia Tuhan itu tak terbatas jenis dan cakupannya. Semua zat lain dalam tubuh, semua organ tubuh dan sistem organ tubuh, semua itu Karunia Tuhan. Agar semua dapat berfungsi secara normal dan kita sehat walafiat, semua itu harus sehat dan saling bekerja sama saling menyehatkan. Baik dari sisi dalam dan luar tubuh manusia pun harus saling mendukung. Kita butuh makanan dengan zat gizi cukup, gerak badan/olah raga yang cukup, air sehat yang cukup, sinar matahari yang menyehatkan, tidur nyenyak yang cukup, udara segar, dan sehat mental rohani.

Judul Buku: Kesehatan Gula Darah dan Tekanan Darah

Penulis: dr. Arif Djuliar Hadi Saputra

ISBN: 978-602-5958-05-2

MISKONSEPSI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA

Miskonsepsi dapat berarti pengertian tidak akurat tentang konsep, penggunaan konsep yang salah, klasifikasi contoh-contoh yang salah tentang penerapan konsep, pemaknaan konsep yang berbeda, kekacauan konsep-konsep yang berbeda, dan hubungan hierarkis konsep-konsep yang tidak benar. Konsep adalah rancangan, ide atau pengertian abstrak peristiwa konkrit, gambaran mental objek, proses atau yang ada di luar bahasa pemahaman. Konsepsi merupakan tafsiran atau cara pandang seseorang terhadap suatu konsep. Konsepsi ada yang berupa prakonsepsi dan miskonsepsi. Miskonsepsi atau salah konsep merupakan konsep yang tidak sesuai pengertian ilmiah pada bidang yang terkait. Miskonsepsi pada seseorang sulit diperbaiki bila miskonsepsi itu dapat membantu seseorang memecahkan permasalahannya. Di sekolah, miskonsepsi pada siswa tidak dapat dihilangkan dengan metode ceramah. Bahkan metode ceramah memberikan peluang terjadinya miskonsepsi baru. Oleh sebab itu, pada proses pembelajaran di sekolah, dianjurkan menggunakan model dan metode pembelajaran yang lebih menantang dan mengajak siswa mengonstruksi pengetahuan baru melalui pengalaman belajar yang tepat. Miskonsepsi juga bisa terjadi pada guru berakibat miskonsepsi pada siswa semakin besar. Miskonsepsi juga dapat terjadi pada buku-buku pelajaran. Bagaimana MISKONSEPSI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA yang dimaksud dalam buku ini? Karena ini merupakan suatu masalah, maka bagaimana solusinya?

Judul Buku: MISKONSEPSI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA (Sebuah Pengantar)

Penulis: Ida Mintarina Nulfita

ISBN: 978-602-5958-00-7

Langit Senja

Langit merupakan bagian atas dari permukaan bumi, digolongkan sebagai lapisan tersendiri yang disebut atmosfer. Langit terdiri dari banyak gas dan udara, dengan komposisi berbeda di tiap lapisannya. Langit sering terlihat berwarna biru ketika pagi maupun siang hari, karena udara lebih banyak membiaskan cahaya biru dari sinar matahari. Langit dapat berubah warna dalam kondisi tertentu, misalnya merah ketika senja atau hitam saat turun hujan atau waktu malam (isya) yang berwarna hitam karena cahaya marahari tidak ada yang dibiaskan udara langit. Langit waktu senja (magrib) berwarna merah karena udara di langit lebih banyak membiaskan warna merah dari sinar yang dipancarkan matahari. Senja atau magrib adalah bagian waktu dalam hari atau keadaan setengah gelap di bumi sesudah matahari terbenam, ketika piringan matahari secara keseluruhan telah hilang dari cakrawala. Waktu ini dimulai setelah matahari tenggelam saat cahaya masih terlihat di langit hingga datangnya waktu malam (isya) saat cahaya merah (syafak) benar-benar hilang. Langit senja yang bagaimanakah yang dimaksud dalam buku puisi ini? Bermakna sesungguhnya atau bermakna kiasan?

Mutiara Cinta

Seperti mutiara, kekuatan dan kekerasan berasal dari sesuatu yang lunak. Perumpamaan ini tidak berlebihan. Karena, mutiara adalah suatu benda keras yang diproduksi di dalam jaringan lunak (khususnya mantel) moluska hidup. Sama seperti cangkangnya, mutiara terdiri dari kalsium karbonat dalam bentuk kristal yang telah disimpan dalam lapisan-lapisan konsentris. Jadilah mutiara merupakan "permata" organik, berasal dari mahluk hidup yaitu kerang mutiara. Merupakan keajaiban Sang Pencipta, habitat dan biota mutiara dengan proses alamiah menjadikan mutiara benda batu permata konkresi berkilau. Proses tejadinya diawali dengan masuknya benda asing pada tubuh kerang, beda asing tersebut dapat berupa: pasir, biota mikro, plankton, nucleus, atau (potongan mantel kerang). Terjadilah suatu respon kesakitan dari kerangnya, menyebabkan sekresi mengeluarkan "cairan kristal" bernama "Conchiolin" protein berserat yang membentuk bagian dalam cangkang tiram/kerang. Lapisan ini melapisi bagian mantel dan mengikat nacre bagian dalam tiram secara bersama, nacre adalah lapisan internal cangkang tiram, proses ini merupakan bakal calon mutiara. Setelah bertahun-tahun proses sekresi dan pelapisan membentuk dan terjadinya butir mutiara laut yang beraneka ragam bentuknya. dari banyak jumlah famili moluscca, hanya kerang mutiara jenis pinctada maxima-lah yang mampu menghasilkan mutiara laut selatan (the queen of pearl-ratunya mutiara). Daerah penghasil mutiara terbesar di Indonesia adalah Pulau Lombok. Mutiara laut dihargai lebih tinggi dari mutiara air tawar. Lebih tinggi mana dengan mutiara cinta? Tentu jauh lebih mahal mutiara cinta karena cinta (dengan segala prosesnya) tidak terbatas nilainya.

Judul Buku: Mutiara cinta: kumpulan puisi

Penulis: Linda Eko Winasih

ISBN: 978-602-6346-56-8

MODEL PEMBELAJARAN TOPI PINTAR

Jempol tanda pujian setara dengan penghargaan. Pujian dan penghargaan dapat disebut apresiasi. Apresiasi patut diterima siapa pun yang berusaha dan sudah bertindak/berjuang. Walau mungkin kalah tanding dan gagal menyabet medali. Selain mendapat jempol, layak mendapat piagam penghargaan. Bentuk penghargaan yang lain adalah brevet. Yang secara optimis melakukan perjuangan dalam suatu kesatuan bisa mendapat brevet. Topi kesatuan yang sudah didapat pada langkah awal akan diperkaya dengan topi khusus tanda prestasi ini. Simbol kerja dan dedikasi, itulah topi. Ditambah keterampilan dan kepintaran topi itu disebut topi pintar. Topi adalah mahkota, tanda menghormati dan menghargai orang adalah dengan mengangkat topi. Karena merupakan simbol, maka berbicara tentang topi sesungguhnya berbicara tentang mutu, waktu dan dana/biaya sebagai petanda profesionalitas. Penandanya orangnya sendiri dengan bekerja secara berkualitas, tepat waktu dan bernilai uang yang sama-sama menguntungkan. Selebihnya pujian kepada seseorang sambutannya dapat bermacam-macam. Ada yang senang mendapat pujisan, namun mungkin tidak selamanya disambut dengan rasa senang. Katakanlah pujian itu tulus sekalipun, kalau penerima pujian tidak senang tetap saja ia dapat menolaknya. Malah ada yang lebih senang menerima kritikan daripada mendapat pujian. Itu soal motif. Mungkin si penerima pujian tidak ingin menjadi sombong, lupa diri, dan dengan mendapat kritik berarti diingatkan agar terus memperbaiki diri. Jadi yang penting di sini adalah semangat ini, dengan memakai topi pintar pun agar kita terus belajar dan belajar.

Judul Buku: MODEL PEMBELAJARAN TOPI PINTAR

Penulis: Nurhayati, M.Pd.

ISBN: 978-602-5958-10-6  

Lampu Sentir

"Senthir lenga patra/ sing dipikir kok ora rumangsa." Demikian bunyi parikan (pantun jawa) dalam sebuah bait tembang Jawa. Senthir dalam bahasa Jawa sering disebut juga dengan kata "dian". Dalam bahasa Indonesia berarti lampu. Lampu senthir lebih menegaskan sebagai lampu atau bagaimana? Tidak lepas dari kondisi lampu jaman dulu, belum ada macam-macam lampu elektrik seperti sekarang. Kaitan lampu jaman dulu hampir selalu dengan kata lenga yang berarti minyak. Lalu kata Patra dalam bahasa jawa untuk berarti minyak tanah. Lampu senthir berarti adalah lampu minyak tanah. Lampu minyak tanah yang bagaimana? Bukankah lampu minyak tanah juga bermacam-macam? Betul. Lampu minyak yang tanpa pelindung kaca disebut ublik; yang dengan kaca semprong semprong biasa disebut teplok; yang dengan pelingdung kaca dan memakai kaos lampu disertai pompa minyaknya disebut lampu petromaks. Kata lampu (baca: lam·pu) sendiri adalah kata benda (nomina) yang berti alat untuk menerangi; pelita; sebuah peranti yang memproduksi cahaya. Itu makna sesungguhnya. Untuk sebuah perumpamaan dapat muncul kalimat seperti lampu kekurangan minyak. Peribahasa ini perihal seseorang yang hidupnya sangat melarat; perihal seseorang yang penyakitnya sudah sangat parah (sudah hampir mati). Kempali ke makna sesungguhnya kata "lampu" dapat juga berarti bola lampu. Lampu pertama kali ditemukan oleh Sir Joseph William Swan. Selanjutnya berkat kemajuan teknologi lampu sangat banyak macamnya. Penggolongannya dapat berupa bentuknya dan kegunaannya. Kembali ke lampu sentir (Jawa: senthir), orang sering Jawa ada juga yang juga menyebutnya sebagai thinthir. Ada sebuah senthir khusus yang digunakan untuk menerangi pertunjukan wayang. Namanya blencong. Pada zaman sekarang ana kalanya senthir diganti petromaks atau lampu listrik. Bagaimana pesan terkait lampu sentir dalam buku ini?

Judul Buku: LAMPU SENTIR: KUMPULAN CERPEN KARAKTER ANAK

Pengarang: Maria Ulfah

ISBN: 978-602-6346-63-6

Udan Kapang

Ana udan tangis sajroning gawe Asian Games 2018. Udan tangise ana sapirang-pirang, ora ketung. Udan tangise Indonesia sing adus medhali 98 kalebu emas 31. Udan tangise sing ngece yen Indonesia kethengilen arep entuk emas akeh. Udan tangise atlit sing nyabet medhali entuk bebana dhuwit milyatan, omah lan dadi pegawe negri. Udan tangise panyengkuyung Asian Games sukses. Udan tangise wong sing ora seneng Asian Games sukses. Udan berkate udan mangsa ketiga wayah nedhengi penutupan Asian Games. Udan tangise kawula Lombok sing durung rampung sara urip padinane katerak lindhu. Saka sakabehing udan mau, sing udan banyu yaiku udan tangis lan udan tenanan pas sadurunge upacara penutupan. Sing udan luwih tenanan ya sing mburi, udan banyu saka langit kuwi. Apa sing liyane dudu udan sing tenanan? Ya tenanan. Malah saiki kalebu udan liyane maneh: udan guyu seneng kita, udan guyu ngece kita, lan udan-udan liyane sing kabeh bisa ana ing padinan kita, wong jenenge urip ya ana sakehing kembang ngaurip. Saka sakehing kahanan iku mesti ana donga apik, ndedonga kanthi tenanan marang Sang Hyang Dumadi supaya apa wae kang apik bisa kaleksanan kasembadan nir ing sambikala. Contone ya iki: Udan kapang kita mbaleni kadigdayan Indonesia ing Asian Games ing Cina tahun 2022. Kapang-kapang tenan mangerteni pencak silat ora oncat saka dhaptar cabor sing ditandhingna. Jalaran krungu warta mengko amung cabor olimpik sing dilaga ing kana. Ya iku mung saderma conto. Conto liyane akeh ing isining buku iki.

DOLOPO–PURWANTORO AKU LAN MURIDKU

Ing sawijining pasamuwan jatupalakrama, kabeh katon meh sawerna. Saka karpete tekan geber samburine para bidhuan lan awak band musik. Para tamu kang maneka yuswa langsung bisa tinengeri minangka para guru lan muride, utawa para murid lan gurune. Antaraning guru lan murid bisa dadi ubunganne mung ing wektu kang wis lumaku lan ora kabacutake ing wayah saiki. Bisa uga ubungan guru-murid isih mbacut. Yen wis ora mbacut, saora-orane isih ana pepeling. Mula yen padha ketemu ing adicara kaya ngono iku, antara guru lan murid utawa tilas guru lan tilas murid mesti gampang thuk gathuk. Lan sing kawetu ing pangucap prekara guru lan murid iku yaiku ukara, "Ora ana tilas guru lan tilas murid. Sanajan saiki aku wis dadi kancane guruku." Sabanjure crita-crita kang wis kedaden ing jaman sekolah dening murid bisa pating pethungul muncul mumbul. Ing crita jaman semana iku mesti ora keri crita kepriye budi apike bapak/ibu guru kang kanthi tresna nggulawentah bocah-bocah sing sing dina mburimu wis pada dadi uwong. Guru pancen tegese sing digugu lan ditiru. Sasantine "Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani." Ing dina mburi murid kang dadi guru bisa ngrasakake jatine sasanti iki.

Relung Kehidupan

Relung adalah kata benda (nomina) dengan pengucapan re·lung. Artinya lekuk atau jeluk (di tanah, di lereng gunung). Makna konotatif relung hati /lubuk hati adalah dalam hati. Relung langit/kolong langit berarti ruang langit. Kata kerja (verba)-nya merelung (baca: me·re·lung) berarti berkeluk; berjeluk; berbentuk seperti kubah. Karena dapat berfungsi konotatif maka dapat muncul kalimat "Di relung hatiku ada kehidupanmu, Seperti di relung hatimu ada kehidupanku. Kehidupan di dua relung hati kita sama-sama suburnya. Banyak zat gizi kehidupan menumbuhsuburkannya." Hal ini sangat penting diketahui bahwa di dalam relung bukan hampa kehidupan, tapi penuh instrumen untuk syarat tumbuhnya kehidupan. Setidaknya sesuai dengan pengertian ilmiah bahwa Relung (niche), dalam ekologi merujuk pada posisi unik yang ditempati oleh suatu spesies tertentu berdasarkan rentang fisik yang ditempati dan peranan yang dilakukan di dalam komunitasnya. Kata "relung" mulai mendapat arti ilmiah pada 1933 oleh Charles Sutherland Elton ahli ekologi yang mempelajari ekologi komunitas dan populasi, bahwa, "relung suatu organisme adalah mode kehidupan organisme itu dalam hal peran atau profesinya dalam suatu komunitas manusia." Konsep modern relung dicetuskan G. Evelyn Hutchinson ahli zoologi, pada 1957 bahwa, "Relung merupakan cara-cara di mana toleransi dan kebutuhan berinteraksi guna mendefinisikan kondisi dan sumber daya alam yang dibutuhkan individu atau suatu spesies dalam menjalankan kehidupannya. Ada cara yang tepat dari organisme untuk menyelaraskan diri dengan lingkungannya. Sementara habitat merupakan pemaparan tempat organisme dapat ditemukan, relung merupakan pertelaan lengkap bagaimana suatu organisme berhubungan dengan lingkungan fisik dan biologisnya. Ekologi individu mencakup variabel biotik (makhluk hidup yang mikro maupun makro) dan abiotik (benda tidak hidup baik yang mikro maupun makro). Relung menentukan bagaimana spesies memberi tanggapan terhadap ketersediaan sumberdaya hidup dan eksistensi pesaing dan pemangsa dalam ekosistem.

Simfoni Nadia

Bagi Nadia, untaian puisi-puisinya baik bentuk maupun isinya adalah simfoni.  Bukan simfoni nama koran tahun 1970-an/1980-an. Tetapi simfoni hati, rasa, pikiran dan budi pekerti laksana karya musik panjang untuk orkestra hidupnya. Kisah semuanya dengan perenungannya itulah orkestra. Puisi-puisinya dengan penghayatannya adalah orkestra simfoni. Kebersamaan karya dengan prosesnya laksana mengkhususkan diri dalam menyajikan repertoar musik-musik orkestra setelah abad ke-18. Lama sekali sedari berabad silam. Ya, kisah masa lalu Nadia sedari lahirnya memang serasa lama sekali. Itu masa yang telah berlari. Jauh sekali. Bagaimana pun juga, Nadia dan kisah puisi-puisinya tetaplah simfoni dan orkestra simfoni. Itulah metafora jiwa dari Simfoni. Simfoni sendiri semula adalah karya musik panjang untuk orkestra, khususnya dalam bentuk sonata. Sonata adalah istilah musik yang muncul pada abad 17 dan 18 diperuntukkan untuk karya musik instrumental. Lawan dari sonata adalah kantata (musik untuk vokal). Sejak akhir abad 18, musik soneta masih terbatas pada instrumen piano dan instrumen musik solo lainnya. Umumnya, dalam dua atau lebih irama terdapat nada yang kontras baik dalam tempo maupun nada, tetapi berkesatuan erat dalam ide musik. Sonata biasanya digunakan untuk musik simfoni, kuartetgesek, dan karya-karya musik berdurasi panjang untuk instrumen solo. Sonata mantap karena tokoh-tokoh musik klasik seperti Joseph Haydn (Austria), Wolfgang Amadeus Mozart (Austria), dan Ludwig van Beethoven (Jerman). Beethoven mengembangkan sonata dari kegemarannya bermusik dengan piano dan biola. Sonata adalah pilihan musik yang biasanya didengarkan di dalam kamar (musik kamar). Sejak 1790 Beethoven mengarang berbagai musik jenis sonata diikuti banyak musisi lain. Beethoven menggabungkan jenis musik sonata semula hanya dimainkan dengan biola dan piano kemudian dikombinasi berbagai alat musik lain dalam bentuk orkestra.

Lewat Sebuah Cermin

Bercermin dapat dengan/dari/lewat apa saja. Bercermin yang sesungguhnya ya dengan cermin yang bersih, bening, bukan buram apalagi kotor. Bercermin yang asal dapat pantulan wajah dapat dengan kaca, permukaan air, dinding mobil, lantai keramik. Secara meluas bercermin dapat dari penginderaan pancaindera bahkan refleksi dengan ingatan, renungan, pemikiran, lamunan, kenangan. Setelah semua proses pencerminan biasanya kita harus merenungkan lalu menimbang-nimbang bahkan menimang-nimang akan kita apakan masalah yang ada di telapak tangan kita dan akan bertindak apa diri kita. Manusia adalah makhluk sejarah, homo historicus. Tindakannya merupakan cerminan kesejarahannya sendiri. Tindakan masa kininya sering terkungkung dalam jaring sejarah masa lalu. Meski pahit dan menyakitkan karena jiwa sejarah itu manusia sering menjadi sepandai keledai, yang tidak mau jatuh (terperosok ke lubang) ke dua kali, namun akhirnya jatuh (terperosok ke lubang yang sama) juga. Ketakutannya untuk terlepas dari sejarah adalah sindrom (tidak jelas sebabnya) juga. Bisa jadi dia berhalusinasi (penglihatan yang sesungguhnya tidak ada) juga. Atau bisa jadi dia mengidap fobia (ketakutan terhadap suatu hal). Itulah sebabnya apapun yang terjadi di masa lalu orang mesti berani memandang ke depan untuk perubahan. Perubahan itu adalah, masa kini lebih baik dari masa lalu, dan masa mendatang lebih baik dari masa sekarang. Cara untuk terjadi sebuah perubahan dapat dengan demonstrasi yang arti pertama yaitu unjuk rasa secara massal untuk suatu perubahan. Cara lain adalah dengan demonstrasi pengertian kedua yaitu peragaan penggunaan instrumen, namun bukan hanya peragaan sebagai tontonan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam tindakan nyata sebagai tindakan praktis banyak hal yang baik. Ya, dalam hal ini demonstrasi tindakan baik, dan jangan yang didemonstrasikannya tak lebih dari pseudo tindakan baik (tindakan baik yang seolah-olah atau tindakan baik yang semu).

Kumpulan Resep Harian

Buku resep masakan seorang penulis sangat berkesan bagi penerbit. Saat ini keluar buku resep masakan oleh penulis lain, penulis buku ini. Sementara buku serupa punya daya jelajah sangat luas mulai dari outlet buku ber-ISBN papan atas Toko Buku Gramedia sampai pengasong buku tanpa ISBN di atas bus antar kota PP Bojonegoro-Surabaya. Membaca buku-buku resep masakan rumahan sehari-hari bagi penerbit seperti menghadirkan nenek penerbit yang ibu Ibu penerbit, beliau sangat mahir masak masakan tradisional sehingga sering penerbit banggakan sebagai koki Belanda. Hidup masa mudanya memang di zaman Penjajahan Belanda dan pensiun sebagai pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bojonegoro. Ibu penerbit lahir tahun 1936, kalau tidak keliru ibunya ya nenek penerbit lahir pada 1914. Tentu pengalamannya memasak dengan bumbu tradisional tak terbantahkan mengingat semua bumbu masakan saat itu alami dari tanaman kebun, ladang, atau beli di pasar krempyeng (pasar kaget) atau pasar kabupaten. Bumbu penyedap paling cuma garam dan gula, sedangkan micin munculnya juga belakangan (sekitar tahun 1970-an muncul merek Ajinomoto, Sasa). Kondisi bertolak belakang secara ekstrim saat ini dengan mudah si tidak bisa masak dapat memasak apa pun dengan bumbu dapur instan masakan apa pun dengan beli kemasan di toserba yang menjamur di mana-mana. Resep masakan memang penyatu yang masih hidup dan yang sudah tiada, melipat waktu, pengobat rindu, petanda peradaban sosial masyarakat, dan ketika sekarang menjadi komoditas resep instan berarti sudah berperan penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional. Resep masakan dengan bumbu yang semua ditangani dengan tangan sendiri jelas lebih sedap dari yang instan. Yang penerbit rasakan dengan makan hasil olahan nenek penerbit contohnya. Penerbit tahu sendiri semua dicuci sendiri, dikupas sundiri, dirajang sendiri, ditumbuk, diuleg sendiri, diparut sendiri, diperas sendiri, disaring sendiri dan seterusnya sampai di piring penerbit dengan nasi hangat mengepul. Pengakuan penulis buku resep masakan di awal tulisan ini tentang proses memasak dijalani semua dengan tangannya sendiri, idem ditto dengan kisah nenek penerbit yang makamnya di tengah kota. Kata penulis tadi dengan proses begitu terasa sedap masakannya itu karena memasak dengan hati penuh cinta. Penerbit mengamininya. Karena begitulah kenyataannya dan penerbit mengenal nenek sang jago masak.

Judul Buku: Kumpulan Resep Harian      

Penulis: Lilis Nuhriah

ISBN:  978-602-5958-11-3

Gelagah Malam

Rumah joglo, Kedung Gelagah, sakau, sandal jinjit, ustaz, semua kata benda petanda peristiwa dalam cerpen-cerpen warga Tuban ini. Yang secara langsung terkait dengan Tuban rasanya Kedung Gelagah. Terkait, karena Kedung Gelagah nama tempat di Tuban. Kedung adalah nama kecamatan di Tuban. Glagah Sari adalah nama desa di Kecamatan Soko. Kedung Glagah nama dusun di Desa Kedungdowo, Kecamatan Jombang, Jawa Timur. Selebihnya banyak tempat di kabupaten lain bernama Kedung Glagah. Nama Kedung Gelagah Kecamatan Merakurak (sesuai disebut dalam cerpen Malam di Kedung Gelagah) Tuban, saat di-googling hanya muncul Merakuraknya. Mungkin Kedung Gelagah di sini merupakan tempat berupa kedung yang banyak gelagahnya, atau nama lokal julukan setempat dan bukan nama resmi. Kedung merupakan Nomina (kata benda) yang berarti lubuk yaitu bagian yang dalam di sungai (laut, danau, dan sebagainya). Sedangkan gelagah merupakan nomina yang berarti rumput yang tingginya dapat mencapai 2 m, batangnya beruas-ruas; bernama ilmiah Sacharum spontaneum. Semakin menarik rasanya, merunut lebih dalam tentang segala sesuatu terkait kedung gelagah. Salah satu kekuatan dari cerita memang imajinasi. Dengan mengeksplorasi latar tempat terjadinya cerita kita dapat membayangkan bahkan seolah-oleah berada di tempat terjadinya cerita atau berlangsungnya peristiwa dalam cerita. Diperlebar lagi banyak hal dapat diteliti tentang sosiokultur terkait latar ini. Dikaitkan dengan tindakan para tokoh cerita, maka akan tergambarkan struktur budaya yang berlaku pada kenyataan baru dalam cerita. Mencondong pada prinsip cerita adalah tiruan kenyataan, meski tidak seratus persen merupakan cerminan faktual, dari sebuah cerita dapat dikonstruksikan peradaban yang ada. Tentu saja karena cerita merupakan wilayah fiksi maka perlu pembanding sumber-sumber fakta. Selebihnya pada pesan cerita pasti kita dapat mengambil pesan moral yang bersifat universal.

Judul Buku: GELAGAH MALAM: Antologi Cerita Remaja

Pengarang: NURSHOLIHAH

ISBN: 978-602-6346-65-0

UNJUK KERJA MATERI FLUIDA DIAM DENGAN VIDEO TUTORIAL

Game online olahraga dipertandingkan dalam Asian Game 2018. Namun tidak masuk pertandingan dengan perolehan medali resmi. Kalau masuk, medali emas Indonesia bertambah dari cabor ini. Mengamati budaya anak-anak dan remaja Indonesia yang keranjingan main game online daripada bersekolah dan belajar di malam hari, masuk nalar bila mereka canggih main game online. Dengan masuk dalam pertandingan resmi berarti sesuatu yang dianggap negatif dapat dibesut menjadi positif. Tetapi jangan sampai kecanduan, sebab menurut WHO kalau kecanduan dan lupa hal lain termasuk gangguan mental Game Disorder (Gaming Disorder). Kalau sudah terserang penyakit ini gangguannya lebih sulit dari narkoba. Pro Evolution Soccer juga dipertandingkan di sebuah perguruan tinggi negeri di Surabaya Jurusan IT Komputer setiap tahun. Bahkan dosen dan kepala jurusan IT Komputer perguruan tinggi negeri ini juga maniak bermain game online. Guna penguasaan aplikasi teknologi macam ini ada tutorialnya. Tutorial dapat berarti: pembimbingan kelas oleh seorang pengajar (tutor) untuk seorang mahasiswa atau sekelompok kecil mahasiswa; pengajaran tambahan melalui tutor; penjelasan atau langkah-langkah untuk memberi contoh mengerjakan sesuatu. Video Tutorial merupakan salah satu presentasi berbentuk video yang mendeskripsikan langkah-langkah untuk mengerjakan suatu hal terkait pembelajaran. Video Tutorial dapat dilihat atau diputar berulang-ulang untuk dapat membantu pemahaman dalam proses pembelajaran. Daya belajar adalah melatih berbagai kemampuan yang dimiliki olah manusia antara lain mengamati,  menganggapi, mengingat, mengkhayal, merasakan, dan berpikir. Dengan latihan-latihan bersifat mengulang, berbagai kemampuan manusia akan berkembang. Latihan pengulangan juga merupakan pembentukan pengalaman karena akan memperbesar peluang timbulnya respon yang benar.  Belajar juga membentuk kebiasaan dan stimulus dapat berupa stimulus sebenarnya maupun penyerta. Untuk mempertahankan informasi, pengulangan  merupakan salah satu strategi andal. Pengulangan harus dilakukan dengan cara tertentu supaya berkesan  sehingga informasi lama disimpan dalam memori jangka panjang. Bisa jadi pengulangan tidak memiliki arti bagi siswa dalam waktu lama, dan dalam waktu tidak seberapa lama informasi akan hilang karena pengulangan informasi hanya sekedar mengulang tanpa memberikan makna pada informasi. Oleh sebab itu mari kita beri makna pada setiap pengulangan dan pembelajaran kita.



Dengar Bisik Kecilku

Bisik-bisik memang sangat asyik. Mengasyikkan. Bandingkan dengan lagu Rayuan Pulau Kelapa yang mengungkap nyiur melambai berbisik-bisik. Bandingkan dengan film Pasir Berbisik. Bandingkan dengan lagu Bisik-Bisik Tetangga. "Rayuan Pulau Kelapa" adalah lagu Indonesia yang ditulis oleh Ismail Marzuki (1914-1958). Lirik lagu ini berisi tentang keindahan alam Indonesia, seperti flora, kepulauan, dan pantainya. Syairnya di antaranya "...Melambai Lambai/Nyiur Di Pantai/Berbisik Bisik Raja Kelana/Memuja Pulau/Nan Indah Permai/Tanah Airku/Indonesia...." "Bisik-Bisik Tetangga" adalah lagu yang dinyanyikan biduanita Elvy Sukaesih (1980). Syairnya di antaranya "...Bisik-bisik tetangga kini mulai terdengar selalu di telinga/ Hingga menusuk di hatiku...." "Pasir Berbisik" adalah sebuah film Indonesia tahun 2001 yang disutradarai Nan Achnas dengan bintang Dian Satrowardoyo dan Christine Hakim. Bercerita tentang gadis desa bernama Daya di perkampungan miskin bersama ibunya yang lama ditinggal suaminya sejak Daya masih kecil. Pasir Berbisik adalah sebutan lautan pasir yang terkenal di Bromo Pengunungan Tengger. Pada salah satu adegan, Daya suka menempelkan telinganya ke pasir untuk mendengarkan “bisikan”. "Dengar Bisik Kecilku" adalah judul buku kumpulan puisi yang diambil dari judul puisi "Dengar Bisik Kecilku" karya Ari Idawati. Pada bait pertama puisi ini tertulis "Aku berbisik pada takdirku/Aku berharap akan lebih indah/Wahai takdirku jalan hidupku/Aku tak tahu episode selanjutnya..." Keempat karya yang dibahas di atas sama-sama merupakan karya seni dari berbagai genre: lagu, lirik lagu, film, puisi. Mempunyai satu tema terkait "Bisik". Kata bisik/bi·sik/ merupakan kata benda yang berarti suara desis perlahan-lahan. Mendapat prefiks ber- menjadi berbisik berarti menjadi kata kerja yang berarti erkata dengan suara perlahan-lahan (seakan hanya mendesis dan tidak nyaring). Atau, berbuat dengan diam-diam (sehingga tidak kedengaran atau ketahuan oleh orang lain). Banyak kesamaan yang diperoleh sebagai hikmah dari pembacaan buku puisi ini dengan pembanding tiga karya terdahulu. Pesan yang ingin disampaikan dapat berupa tentang internal diri pengucap puisi, dan sisi eksternal tentang segala sesuatu di luarnya termasuk tentang lingkungan alam. Bukankah ini bentuk pemberdayaan manusia seutuhnya dengan media puisi? Berbisik memang sudah "berkata kecil/pelan", dengan tambahan kata kecil menjadi Berbisik Kecil ("Dengar Bisik Kecilku"), puisi-puisi dalam buku ini memang menegaskan pentingnya pesan disampaikan dengan puisi. 

Tentang Rasa di Beranda Kata

Kata merupakan unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan sebagai perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran untuk berbahasa. Guna menghidupkan kata kita mesti paham: Morfem, alomorf, kata dasar, afiks, prefiks, sufiks, infiks, dan konfiks. Morfem merupakan satuan gramatikal terkecil yang bermakna dan tidak bisa dibagi ke dalam bentuk bahasa yang lebih kecil lagi. Dalam bahasa Inggris, fungsinya membedakan kata jamak, kata masa lampau, dan sebagainya. Karena morfem bukan satuan dalam sintaksis, dan tidak semua bermakna filosofis, tata bahasa tradisional tidak mengenal morfem. Alomorf merupakan bentuk morfem yang sudah diketahui statusnya. Misalnya bentuk {meng-} dalam menggarap. Bentuk {meng-} saat belum diketahui status morfemnya disebut morf. Afiks atau imbuhan adalah bunyi yang ditambahkan pada sebuah kata -baik di awal (prefiks), di akhir (sufiks), di tengah (infiks), atau gabungan di antara tiga imbuhan itu (konfiks atau simulfiks) untuk membentuk kata baru yang artinya berhubungan dengan kata pertama. Kata dasar adalah kata yang menjadi dasar bentukan kata yang lebih besar. Sebagai satuan bahasa terkecil, kata dapat berdiri sendiri. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. Klausa adalah satuan gramatikal berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat. Kalimat adalah satuan bahasa yang relatif berdiri sendiri, berpola intonasi final, secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa. Memahami hal-hal mendasar dalam berbahasa ini penyair dapat berkarya lebih baik dan pembaca menikmati karya secara paripurna.

Lentera Sang Guru

Kata lentera termasuk kata benda atau nomina. Dengan demikian kata ini dapat dipakai sebagai nama suatu benda, orang, tempat dan apa pun yang dapat dibendakan. Makna aslinya adalah lampu kecil bersifat portabel yang berkaca, dapat ditenteng, dan dipakai orang dalam menembus kegelapan malam misalnya mencari orang hilang atau memeriksa sawah. Makna meluasnya semua yang merupakan sumber cahaya dapat menggunakan kata lentera. Misalnya lampu neon itu telah menjadi lentera selama ini dan kini banyak digantikan oleh kehadiran lampu tel. Contoh lain: Dia lentera hidupku, aku sangat bersyukur memiliki dia yang selalu memperhatikan dan memedulikan perkembanganku. Makna meluas yang bersifat konotatif inilah yang dipakai dalam buku ini, Lentera Sang Guru. Sebagai judul buku frasa ini jelas mewakili semua cerpen yang ada, bahwa ternyata guru sebagai penerang kehidupan mempunyai banyak hal kebaikan yang memberi semangat kehidupan kepada orang di sekelilingnya. Sebagai perbandingan cerita guna memperkaya materi yang kita bahas, kita dapat mengambil cerita-cerita yang berkaitan dengan lentera. Misalnya cerita nasihat bijak supaya orang selalu berjaga-jaga dalam kesehariannya dengan terus menyalakan lenteranya. Lalu cerita orang jangan menaruh lentera di bawah ranjang supaya orang dapat melihat terang yang dipancarkannya. Dan sebagainya. Nilai-nilai moral tentang cahaya, lampu, pelita, lentera, obor, petromaks, lampu pijar, dop, neon, lampu TL, lampu merkuri, teplok, ublik, lilin, lampu mercusuar dan sebagainya terkait cahaya memang selalu menginspirasi sebagai sumber terang. Besar atau kecil sumber cahaya ini, semua istilah dapat mengingatkan kita akan adanya sebuah nilai: Jadilah terang dunia. Dan guru secara meyakinkan telah menjalankan profesi penerang ini. Apa saja kebaikan dari perkataan, perbuatan dan tindak-tanduk guru yang membekas di hati kita sehingga kita merasa diteranginya? Lalu apa sumber terang bagi kehidupan guru sendiri? Terang memang dapat diberikan dan diterima. Sedang kita termasuk guru dapat memberi dan menerima terang.

Judul Buku: Lentera Sang Guru : Kumpulan Cerpen

Pengarang: Tuwuh Handayani

ISBN: 978-602-6346-66-7

ESAI PENDIDIKAN BERKUALITAS

Mutu mempunyai tolok ukur, kualitas mempunyai persyaratan. Guna menghasilkan yang terbaik (kualitas/mutu terbaik) standar yang diterapkan mesti tinggi, baik dari segi bentuk dan isi, apa pun bidang. Guna mencapai standar bermutu/berkualitas tinggi maka butuh perilaku profesional. Profesionalitas dapat diperoleh dengan menerapkan kerja secara terukur baik dari segi waktu, tenaga, uang. Pertarungan kualitas dapat diselenggarakan guna memacu kinerja lebih baik dan lebih maksimal. Bidang apa pun. Sudah tentu setiap bidang mempunyai faktor-faktor materi khusus sesuai disiplin ilmu/profesi. Pengukurannya dapat dilakukan secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Dengan demikian langkah pertama guna menentukan kualitas suatu hal adalah menentukan pokok pikiran/tema/gagasan tentang apa yang diukur kualitasnya. Kita tentukan permasalahan apa yang ada pada tema itu, apa yang telah dilakukan/terjadi sebelumnya, faktor-faktor pengubah (variabel) apa yang dapat mempengaruhi masalah itu. Berlaku hukum probabilitas, kita tentukan hipotesa apa yang bakal terjadi bila suatu perlakuan berdasar variabel itu diterapkan. Kita tenhtukan materi yang akan diuji dan media pengujinya apa, lalu metode. Di sisinya kita tetapkan parameter penilaian. Dari hasil pengujian itu kita bahas berdasar teori yang sedari awal teori kita siapkan. Di sini terjadi analisis. Analisis berdasar fakta, asumsi dan teori sebagai kekayaan tentang hal yang sama sebelumnya. Khusus di bidang pendidikan, mari kita petakan semuanya dengan gambaran umum seperti yang dipaparkan ini. 

PENGEMBANGAN TEMA DALAM PEMBELAJARAN IPS

Tema merupakan fondasi sebuah gerakan baik tertulis maupun tidak tertulis. Untuk gerakan tertulis, tema merupakan pokok pikiran tulisan apa bun bentuknya baik fiksi maupun fakta, baik prosa maupun puisi. Untuk gerakan non tertulis, tema merupakan pokok pikiran awal dari semua kegiatan dalam gerakan. Setiap orang yang sanggup menciptakan gagasan pokok dia merupakan pencipta tema yang andal. Jelas, tema sangat dibutuhkan dalam semua bidang kehidupan, tak terkecuali untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Sudah tentu tema dalam IPS mesti berkorelasi positif dengan isu-sisu dan prinsip-prinsip ilmu sosial yang dipelajari. Sementara ranah ilmu sosial begitu luas, disebut sebagai cabang-cabang ilmu sosial. Oleh karena sifatnya yang terfokus maka tema harus dipersempit guna efektivitas pembelajarannya. Sedangkan metodenya dapat bervariasi. Kita pertajam soal pemilihan dan pengembangan tema dalam ilmu pengetahuan sosial, kini. Penentuan tena/pokok pikiran/gagasan dapat melalui pendekatan deduktif dari hal yang bersifat umum menjadi hal bersifat khusus; atau secara induktif, dari hal bersifat khusus menjadi hal bersifat umum. Secara deduktif kita dapat memulai dari penggolongan ilmu-ilmu sosial seperti sejarah, geografi, kewarganegaraan, ekonomi koperasi, antropologi, bahkan ilmu-ilmu humaniora/budaya, kesenian, pada walnya termasuk dalam ranah ilmu sosial. Setelah menentukan kelompoknya kita turunkan pada hal rinci, seperti dalam ilmu sejarah kita fokuskan tentang sejarah Indonesia. Kita persempit lagi misalnya Indonesia zaman prasejarah dan Indonesia zaman sejarah dan seterusnya. Sebaliknya pendekatan pengembangan tema secara induktif dapat dimulai dari hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Beberapa kasus kita kumpulkan dan kita beri label pokok pikirannya apa. Dan seterusnya sampai ketemu tema besarnya.